Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di Sidang Umum PBB

Delegasi Indonesia Walk Out Saat Netanyahu Berpidato di Sidang Umum PBB

Jakarta, Satuju.com – Delegasi Indonesia meninggalkan ruang sidang atau melakukan walk out (WO) ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu naik ke mimbar untuk menyampaikan pidato dalam Sidang Majelis Umum Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, Kamis (25/9).

Momen tersebut terlihat dalam video yang dirilis Kementerian Luar Negeri melalui Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di New York. Para delegasi Indonesia tampak berdiri, mengambil barang bawaan, kemudian meninggalkan tempat duduk mereka.

Tak lama berselang, bangku delegasi Indonesia terlihat kosong. Aksi serupa juga dilakukan oleh sejumlah delegasi dari negara lain ketika Netanyahu mulai menyampaikan pidatonya.

Saat para delegasi berjalan meninggalkan ruang sidang, Netanyahu menanggapi tindakan tersebut dengan pernyataan bernada sinis. Ia bahkan menyebut mereka sedang tidur.

“Jika masih ada moral yang belum meninggalkan ruangan ini, silakan lakukan sekarang. Terima kasih banyak,” ujar Netanyahu.

Walk out dalam forum diplomatik merupakan bentuk protes, penolakan, atau boikot terhadap isu maupun tokoh tertentu. Tindakan tersebut menjadi bagian dari ekspresi sikap diplomatik terhadap suatu negara dalam forum internasional.

Indonesia selama ini secara konsisten menyatakan dukungan terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina dan mengecam tindakan Israel di wilayah Palestina. Isu Palestina juga sering disuarakan Indonesia di berbagai forum internasional.

Selain menyampaikan posisi ilmiah, Indonesia juga menyampaikan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Dukungan tersebut telah dilakukan sebelum eskalasi konflik terbaru berlangsung.

Konflik Israel-Palestina telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan besar terhadap infrastruktur sipil. Berdasarkan data yang dikutip dalam laporan tersebut, lebih dari 75.000 warga Palestina tewas, sementara ratusan ribu rumah dan fasilitas sipil mengalami kerusakan atau kehancuran. Jutaan warga lainnya juga terpaksa meninggalkan tempat tinggal mereka.

Di sisi lain, pidato Netanyahu di Sidang Majelis Umum PBB disebut menjadi momentum untuk memperkuat dukungan politiknya di tengah dinamika politik domestik Israel.

Jurnalis The Times of Israel, Lazar Berman, sebelumnya melaporkan bahwa kantor Netanyahu berencana mengatur pertemuan dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Namun, menurut Berman, Trump disebut belum menunjukkan kesediaan untuk merealisasikan pertemuan tersebut.

Di tengah agenda Sidang Majelis Umum PBB, Trump baru saja bertemu dengan Wali Kota New York Zohran Mamdani pada pekan yang sama.


BERITA TERKAIT