Marc Marquez Hadapi Persaingan Ketat Menuju GP Jepang 2026, Tak Lagi Dominan seperti Musim Lalu

Marc Marquez.(poto/net)

Jakarta, Satuju.com – Marc Marquez menghadapi situasi berbeda menjelang MotoGP Jepang 2026. Jika musim lalu pembalap Ducati Lenovo itu mampu mengunci gelar juara dunia lebih awal, kali ini kompetisi perebutan titel berlangsung lebih ketat.

Pada MotoGP 2025, Marquez memastikan gelar juara dunia di Jepang ketika musim masih menyisakan enam seri. Gelar tersebut menjadi yang pertama baginya sejak 2019, sekaligus mengakhiri penantian selama enam tahun.

Bersama tim pabrikan Ducati Lenovo dan motor Desmosedici GP, Marquez tampil dominan sepanjang musim 2025. Ia mencatat 14 kemenangan sprint race, 11 kemenangan Grand Prix dan 10 kali meraih kemenangan ganda dalam satu pekan akhir balapan.

Namun, situasi berubah drastis setelah MotoGP Jepang 2025. Sepekan setelah mengunci gelar, Marquez mengalami kecelakaan di Mandalika setelah terlibat insiden dengan Marco Bezzecchi dari Aprilia.

Kecelakaan tersebut membuat Marquez mengalami cedera yang cukup serius hingga harus mengakhiri musim lebih awal. Dampak cedera itu juga disebut masih berpengaruh terhadap kemunculannya pada musim 2026.

Kini, Marquez tidak lagi menghadapi musim dengan dominasi seperti tahun sebelumnya. Ia harus bersaing dengan dua pembalap pabrikan Aprilia, Jorge Martin dan Marco Bezzecchi.

Menjelang balapan di Motegi, Marquez berada di posisi kedua klasemen sementara. Ia tertinggal 12 poin dari Martin dan unggul 30 poin atas Bezzecchi.

"Tahun lalu, saya tiba di Motegi dengan keunggulan yang sangat besar. Tahun ini, kita melihat persaingan gelar dunia yang lebih normal. Situasinya berbeda, namun yang terpenting adalah saya kembali terlibat dalam perebutan gelar dunia tahun ini," ujar Marquez.

Pembalap asal Spanyol itu menyebut persaingan musim ini semakin ketat. Selain Aprilia, Pedro Acosta juga dinilainya mampu memberikan tekanan dalam perebutan posisi terdepan.

"Keempat motor Aprilia sangat cepat, begitu pula Pedro Acosta. Target saya adalah kualifikasi di baris depan dan bersaing memperebutkan podium. Kondisinya tidak lagi sama seperti tahun lalu. Kini kekuatan semua balap lebih seimbang," katanya.

Ducati Punya Rekor Kuat di Motegi

GP Jepang menjadi salah satu sirkuit yang memiliki catatan positif bagi Ducati. Sejak tahun 2022, Ducati selalu memenangkan balapan Grand Prix di Motegi.

Pabrikan asal Italia itu juga telah tiga kali memenangkan sprint race di sirkuit sepanjang 4,8 kilometer tersebut sejak format sprint diperkenalkan.

Karakter Sirkuit Motegi yang dinilai sesuai dengan Desmosedici GP juga menjadi modal bagi Ducati. Marquez sendiri memiliki catatan bagus di Jepang.

Ia pernah memenangi Grand Prix di Motegi pada 2016, 2018 dan 2019. Selain itu, Marquez juga tercatat empat kali mengunci gelar juara dunia di Jepang, yakni pada 2014, 2016, 2018 dan 2025.

Meski begitu, Marquez tidak ingin terlalu memikirkan balapan-balapan berikutnya, termasuk MotoGP Mandalika yang digelar sepekan setelah GP Jepang.

Menurutnya, karakter Mandalika berpotensi memberikan keuntungan kepada Aprilia. Kondisi cuaca juga menjadi faktor yang belum dapat dipastikan.

"Kami tidak tahu apakah hujan akan turun di sana. Atau, apakah kondisi saya akan membaik atau malah memburuk. Untuk saat ini, target saya adalah menembus Q2 di Motegi. Setelah itu, kita lihat saja hari Sabtu nanti," ujar pembalap berusia 33 tahun tersebut.

Marquez menegaskan tidak memiliki strategi khusus untuk menghadapi seluruh sisa musim. Ia memilih menjalani setiap seri secara bertahap.

“Saya menjalaninya hari demi hari dan balapan demi balapan,” tutupnya.

Dengan persaingan yang semakin ketat, GP Jepang 2026 menjadi salah satu momen penting bagi Marquez untuk menjaga peluangnya dalam perebutan gelar dunia. Namun, berbeda dengan musim lalu, kali ini ia harus menghadapi persaingan yang lebih terbuka hingga seri-seri berikutnya.


BERITA TERKAIT