Rekam Jejak Dahlan Disorot, Aliansi Pemuda Pekanbaru Tekankan Integritas Hakim
Aliansi Pemuda Pekanbaru mengapresiasi rekam jejak Hakim Tinggi Riau Dahlan sekaligus menekankan pentingnya integritas dan pengawasan publik.(poto/ist/satuju.com)
PEKANBARU, Satuju.com – Hakim Tinggi Riau Dahlan mendapat apresiasi dari Aliansi Pemuda Pekanbaru atas perjalanan panjangnya di dunia peradilan. Di sisi lain, kelompok pemuda tersebut menilai integritas, independensi, dan pengawasan publik tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan terhadap lembaga peradilan.
Apresiasi itu disampaikan Tengku Ficriansyah. Ia menilai pengalaman Dahlan sebagai hakim, termasuk saat menjabat Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru, menjadi bagian dari rekam jejak yang patut diperhatikan masyarakat.
“Kami dari Aliansi Pemuda Pekanbaru menyampaikan apresiasi terhadap perjalanan karier Bapak Dr. Dahlan, S.H., M.H. di dunia peradilan. Beliau memiliki pengalaman panjang sebagai hakim, pernah menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Pekanbaru, dan saat ini mengemban amanah sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Riau,” ujar Tengku Ficriansyah.
Menurut dia, pengalaman dan kompetensi hakim memiliki peran penting dalam menjalankan proses peradilan. Hakim dituntut memeriksa, mengadili, dan memutus perkara berdasarkan fakta persidangan serta ketentuan hukum yang berlaku.
“Kami memandang bahwa jabatan hakim merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab. Integritas, independensi, dan profesionalisme harus senantiasa menjadi prinsip utama dalam setiap proses penegakan hukum. Hal ini penting agar masyarakat mendapatkan kepastian hukum dan keadilan,” lanjutnya.
Tengku juga menyinggung pengalaman Dahlan dalam sejumlah perkara yang menjadi perhatian publik, antara lain perkara penipuan investasi Fikasa Group, perkara suap terkait perpanjangan Hak Guna Usaha (HGU) PT Adimulia Agrolestari, serta perkara narkotika dengan barang bukti 81 kilogram sabu-sabu.
Ia menyebut perkara-perkara tersebut memperlihatkan kompleksitas tugas yang dihadapi aparat peradilan. Karena itu, setiap proses hukum dinilai perlu berlangsung dengan cermat, objektif, dan berpedoman pada aturan yang berlaku.
“Perkara-perkara besar tentu menjadi perhatian masyarakat. Karena itu, kami berharap seluruh proses peradilan senantiasa berjalan secara profesional, independen, dan berlandaskan hukum. Kepercayaan publik terhadap lembaga peradilan harus terus dijaga melalui putusan yang dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Tengku Ficriansyah.
Tengku menegaskan, apresiasi terhadap perjalanan karier seorang hakim tidak berarti menghilangkan fungsi pengawasan masyarakat. Menurut dia, penghormatan terhadap pengabdian dan sikap kritis publik dapat berjalan bersamaan.
“Kami sebagai pemuda tentu memiliki tanggung jawab untuk ikut mengawal penegakan hukum. Apresiasi ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjalanan pengabdian di dunia peradilan, sekaligus menjadi pengingat bahwa integritas dan keadilan harus selalu menjadi prioritas,” ungkapnya.
Ia berharap Dahlan terus menjalankan tugas sebagai Hakim Tinggi Pengadilan Tinggi Riau dengan menjunjung kode etik, independensi, dan profesionalisme hakim.
“Kami berharap lembaga peradilan di Provinsi Riau senantiasa menjadi tempat masyarakat mencari keadilan. Pemuda akan terus mendorong terciptanya penegakan hukum yang transparan, berintegritas, dan memberikan kepastian hukum bagi seluruh masyarakat tanpa diskriminasi,” tutupnya.
