Menlu Iran Bantah AS Usir Dua Diplomat dari PBB: Klaim Palsu dan Memancarkan Keputusasaan
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi
Teheran, Satuju.com — Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi membantah klaim Amerika Serikat (AS) yang menyebut dua anggota delegasi Iran di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) telah diusir dari wilayah Amerika.
Araghchi menyebut klaim tersebut tidak benar. Ia mengatakan seluruh diplomat Iran yang menghadiri Sidang Umum PBB (UNGA) telah meninggalkan Amerika Serikat sesuai jadwal, kecuali satu orang yang lebih dulu meninggalkan negara tersebut.
“Semua diplomat Iran yang menghadiri Sidang Umum PBB (UNGA), kecuali satu orang yang telah meninggalkan AS lebih awal, pergi sesuai jadwal,” kata Araghchi dalam unggahan di X, Minggu (4/10/2026).
Araghchi juga menyindir pernyataan Washington tersebut. Menurut dia, klaim mengenai pengusiran diplomat Iran justru menunjukkan keputusasaan dan kekalahan.
“Pernyataan tersebut memancarkan keputusasaan dan kekalahan serta membandingkan dengan kewajiban AS sebagai negara tuan rumah PBB,” ujarnya.
Araghchi juga mengunggah tangkapan layar pemberitaan yang memuat klaim pengusiran dua delegasi Iran tersebut.
“Berbangga atas 'pengusiran' diplomat palsu tidak pantas dilakukan oleh kepala korps diplomatik mana pun,” kata Araghchi.
Pernyataan tersebut disampaikan Araghchi beberapa jam setelah dirinya menegaskan kepada AS bahwa konflik antara kedua negara tidak memiliki solusi militer.
Ia khawatir bahwa Iran akan memberikan respons yang lebih kuat jika kembali menghadapi konfrontasi militer.
“Jika musuh kita kembali memilih jalan konfrontasi militer, respons kami akan lebih kuat dari sebelumnya, dan kami akan mempertahankan diri dengan kekuatan yang lebih besar,” katanya.
Araghchi menegaskan bahwa penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui perundingan yang didasarkan pada keadilan dan kesetaraan. Ia menolak penyelesaian melalui tekanan maupun sanksi.
AS Klaim Dua Diplomat Melebihi Izin Tinggal
Sebelumnya, seorang pejabat AS mengatakan Departemen Luar Negeri Amerika telah mengusir dua anggota delegasi Iran yang menghadiri UNGA.
Pejabat yang berbicara kepada AFP tersebut menyebut kedua diplomat itu tetap berada di New York beberapa hari setelah diperintahkan meninggalkan AS. Mereka disebut telah melewati batas waktu tinggal yang diizinkan atau overstay.
"Dua anggota delegasi Iran lainnya ditemukan masih berada di (New York) jauh setelah Sidang Umum PBB berakhir. Mereka kini telah diusir dari AS," kata pejabat tersebut.
Menurut laporan Axios, kedua diplomat Iran tersebut termasuk tidak mematuhi perintah Departemen Luar Negeri AS untuk meninggalkan wilayah Amerika.
Pada hari Jumat sebelumnya, AS dilaporkan telah memberitahu misi Iran untuk PBB bahwa ditemukannya keberadaan dua diplomat tersebut masih berada di New York meskipun telah diperintahkan untuk pergi.
Klaim Washington dan bantahan Teheran tersebut menjadi perkembangan terbaru dalam hubungan kedua negara yang tengah berada dalam ketegangan tinggi.
Upaya mengakhiri perang yang dimulai pada 28 Februari juga berulang kali membahas jalan buntu. Perselisihan terbaru juga berkaitan dengan Selat Hormuz, jalur perairan strategis yang menjadi salah satu titik penting dalam konflik.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menolak tujuh syarat yang diajukan Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz.
Perbedaan sikap antara Washington dan Teheran tersebut membuat jalur diplomasi kedua negara masih menghadapi tantangan besar di tengah konflik yang belum terselesaikan.
