Rusia Serang Jembatan Utama Ukraina Saat Kanselir Jerman Berkunjung ke Kyiv

Rusia Serang Jembatan Utama Ukraina

Jakarta, Satuju.com - Rusia melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah jembatan utama di Ukraina ketika Kanselir Jerman Friedrich Merz melakukan kunjungan mendadak ke Kyiv pada Minggu (4/10/2026).

Salah satu jembatan yang menjadi sasaran adalah Jembatan Pivnichnyi. Berdasarkan laporan BBC, jembatan tersebut diserang pesawat tanpa awak Rusia selama beberapa hari berturut-turut. Serangan itu dilaporkan menyebabkan dua orang terluka.

Rekaman yang telah ditampilkan BBC menampilkan kendaraan yang masih melintas di Jembatan Pivnichnyi ketika sebuah drone menghancurkan bagian jembatan dan memicu ledakan. Bola api terlihat muncul sebelum asap hitam membubung ke udara.

Sejumlah video dan foto lain yang beredar di media sosial juga menampilkan kerusakan yang cukup besar pada jembatan tersebut. Lubang besar terlihat di bagian tengah jalur lalu lintas akibat serangan.

Serangan itu terjadi ketika Merz melakukan kunjungan ke Ukraina dan bertemu dengan Presiden Volodymyr Zelensky. Pemimpin kedua juga meletakkan karangan bunga untuk mengenang para tentara Ukraina yang gugur selama perang.

Dalam unggahan melalui media sosial X, Zelensky mengungkapkan bahwa dirinya dan Merz telah menyepakati paket bantuan baru dari Jerman untuk Ukraina dengan nilai lebih dari 1,3 miliar euro.

“Ini adalah senjata yang akan membantu [kita] saat ini, serta dukungan untuk sektor energi kita menjelang musim dingin,” tulis Zelensky.

Jerman disebut menjadi salah satu negara dengan kontribusi bantuan terbesar bagi Ukraina sejak Merz menjabat sebagai kanselir pada Mei 2025.

Di tengah ketegangan yang semakin meningkat, Kementerian Luar Negeri Rusia pada Sabtu (3/10) mengeluarkan peringatan kepada warga negara asing, termasuk para diplomat, agar meninggalkan Kyiv.

Namun, imbauan tersebut tidak diikuti oleh para diplomat Uni Eropa dan Jerman. Mereka menyatakan akan tetap berada di Ukraina sebagai bentuk dukungan terhadap Kyiv.

Serangan terhadap infrastruktur jembatan dan peringatan Rusia tersebut menambah ketegangan di tengah perang yang masih berlangsung, sementara Ukraina terus menerima dukungan militer dan energi dari negara-negara Eropa.