Helikopter MH-60R Seahawk AS Hilang di Laut Merah, Sempat Laporkan Situasi Darurat

Helikopter MH-60R Seahawk AS Hilang di Laut Merah

Jakarta, Satuju.com - Sebuah helikopter militer Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dilaporkan hilang saat terbang di atas perairan Laut Merah, tidak jauh dari pesisir barat Arab Saudi.

Helikopter jenis Sikorsky MH-60R Seahawk tersebut sebelumnya sempat melaporkan situasi darurat ketika berada di sekitar wilayah Yanbu, sebelum kemudian menghilang dari sistem pelacakan penerbangan yang dapat diakses publik.

Dilansir Anadolu Agency, Selasa (6/10/2026), helikopter tersebut diketahui menggunakan call sign VVHR512. Pesawat militer itu dilaporkan berada di sekitar Yanbu, kota pesisir yang terletak di bagian barat Arab Saudi, ketika situasi darurat disampaikan pada Senin (5/10) petang.

Laporan situasi darurat tersebut tercatat sekitar pukul 17.20 Eastern Time. Pada saat itu, berdasarkan data pelacakan penerbangan yang tersedia untuk publik, helikopter berada di ketinggian sekitar 475 kaki atau sekitar 144 meter di atas permukaan laut.

Tak lama setelah laporan darurat tersebut, ketinggian helikopter tercatat turun secara drastis hingga mencapai nol kaki. Setelah itu, jejak penerbangan helikopter tersebut tidak lagi terlihat dalam data pelacakan yang tersedia untuk publik.

Hingga Senin malam waktu setempat, Angkatan Laut AS belum memberikan keterangan resmi mengenai insiden tersebut. Belum diketahui pula nasib para awak, kondisi helikopter, maupun lokasi terakhir keberadaan MH-60R Seahawk tersebut.

Penyebab helikopter melaporkan situasi darurat juga belum dapat dipastikan. Belum ada penjelasan resmi apakah kondisi tersebut berkaitan dengan gangguan teknis, keadaan operasional, atau faktor lainnya.

Sementara itu, sejumlah informasi yang beredar di media sosial menyebutkan adanya kemungkinan helikopter tersebut mengalami kecelakaan atau jatuh di sekitar perairan Laut Merah.

Namun, informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya. Hingga ada pernyataan resmi dari otoritas terkait, kondisi maupun keberadaan helikopter dan awaknya masih menjadi tanda tanya.