Ijazah Bung Hatta Dipajang di Erasmus University Rotterdam, Jejak Akademiknya Diabadikan
Ijazah Bung Hatta Dipajang di Erasmus University Rotterdam
Satuju.com – Jejak akademik Proklamator sekaligus Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta, kini mendapat tempat khusus di salah satu perguruan tinggi ternama di Belanda.
Untuk pertama kalinya, salinan ijazah perguruan tinggi Bung Hatta dipajang secara permanen di Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda. Kampus tersebut memiliki kaitan langsung dengan perjalanan pendidikan Hatta ketika masih bernama Handels Hoogeschool atau Sekolah Tinggi Ekonomi.
Mengutip informasi dari situs Erasmus University Rotterdam, salinan ijazah Hatta bersama ringkasan biografinya dipajang di aula sebuah bangunan yang diberi nama Hatta Building, di kawasan Kampus Woudestein.
Bangunan yang berdiri sejak 2009 itu kini difungsikan sebagai asrama mahasiswa. Namun, keberadaan Hatta Building disebut sempat kurang diketahui, bahkan oleh sebagian pengunjung, staf museum, maupun mahasiswa di lingkungan kampus.
Keluarga Bung Hatta baru mendapatkan informasi resmi mengenai keberadaan bangunan tersebut pada 2014. Informasi itu diperoleh melalui bantuan alumnus Erasmus University Rotterdam, Kwik Kian Gie.
Pengabadian nama Hatta di lingkungan kampus Rotterdam menjadi bagian menarik dari perjalanan sejarahnya. Semasa hidup, Hatta dikenal sebagai salah satu tokoh pergerakan kemerdekaan Indonesia yang aktif menentang pemerintahan kolonial Belanda.
Puluhan tahun kemudian, nama Hatta justru diabadikan di lingkungan perguruan tinggi tempat ia pernah menimba ilmu.
Penghormatan tersebut tidak terlepas dari perjalanan akademik Hatta di Rotterdam. Pada 5 September 1921, Hatta tiba di Belanda untuk melanjutkan pendidikan di Handels Hoogeschool.
Dalam autobiografi Mohammad Hatta: Biografi Politik (1990), disebutkan bahwa pilihan melanjutkan pendidikan di Rotterdam berkaitan dengan tersedianya program dan fasilitas pendidikan lanjutan yang sesuai dengan kebutuhannya.
Pilihan itu sempat berbeda dengan harapan orang tuanya yang menginginkan Hatta melanjutkan pendidikan ke Makkah dan Mesir. Namun, Hatta akhirnya memilih jalur pendidikan ekonomi di Belanda.
Sebelum berangkat ke Belanda, Hatta telah menyelesaikan pendidikan di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Padang pada 1919. Pendidikan kemudian dilanjutkannya di Batavia melalui Prins Hendrik School (PHS).
PHS merupakan sekolah dagang menengah dengan masa pendidikan lima tahun. Kurikulumnya mencakup tiga tahun pendidikan dasar High Burger School (HBS) dan dua tahun pendalaman di bidang perdagangan.
Sebagai lulusan MULO, Hatta diterima langsung di kelas pertama bagian perdagangan PHS. Setelah menyelesaikan pendidikan tersebut, ia melanjutkan perjalanan akademiknya ke Belanda.
Pendidikan ekonomi yang ditempuh di Rotterdam kemudian menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan intelektual Hatta. Ilmu yang diperolehnya turut membentuk pemikiran ekonomi yang kelak menjadi bagian dari gagasannya dalam membangun Indonesia.
Kini, jejak perjalanan tersebut tidak hanya tercatat dalam buku-buku sejarah. Salinan ijazahnya dipajang di kampus tempat ia pernah belajar, sementara namanya diabadikan melalui Hatta Building di lingkungan Erasmus University Rotterdam.
Jejak pendidikan Bung Hatta di Rotterdam pun menjadi pengingat bahwa perjalanan intelektual seorang tokoh bangsa dapat melampaui batas negara dan generasi.
