Investasi PT ORI Rp1,6 Triliun Dimulai di KITB Siak, Bupati Afni Bidik Hilirisasi Sawit dan Lapangan Kerja Lokal

Bupati Afni Bidik Hilirisasi Sawit dan Lapangan Kerja Lokal

Jakarta, Satuju.com – Investasi industri berbasis kelapa sawit senilai total Rp1,6 triliun mulai direalisasikan PT Oriental Resources Indonesia (PT ORI) di Kawasan Industri Tanjung Buton (KITB), Kabupaten Siak, Riau. Proyek ini diharapkan memperkuat hilirisasi kelapa sawit sekaligus membuka peluang kerja dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Realisasi investasi perusahaan berstatus Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) tersebut ditandai dengan dimulainya pekerjaan pembangunan fasilitas industri di kawasan KITB, Kamis (8/10/2026).

Investasi direncanakan berlangsung dalam dua tahap. Tahap awal mencakup pengembangan senilai Rp800 miliar, sedangkan Rp800 miliar lainnya dialokasikan untuk pengembangan lanjutan. Dengan demikian, total rencana investasi PT ORI mencapai Rp1,6 triliun.

Bupati Siak, Afni Zulkifli, mengatakan kehadiran PT ORI menjadi investasi industri kedua yang diresmikan di KITB pada masa pemerintahannya, setelah sebelumnya terdapat industri galangan kapal.

"PT ORI adalah investasi berbasis industri kedua yang kami resmikan di KITB di masa pemerintahan kami. Sebelumnya ada industri galangan kapal. Menjadi kado HUT Siak ke-27 tahun, dan penanda bahwa BUMD KITB Siak sedang menjadi sentral ekonomi baru di Sumatera. Mohon kita jaga dan dukung bersama," kata Afni saat peresmian.

Menurut Afni, masuknya investasi tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah membangun sumber pertumbuhan ekonomi baru di tengah tekanan fiskal, termasuk berkurangnya transfer ke daerah (TKD) dan menurunnya dana bagi hasil (DBH) minyak dan gas bumi.

Ia menilai pengembangan kawasan industri perlu diikuti realisasi pembangunan dan aktivitas ekonomi yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

"Saya tidak mau peresmian hanya gunting pita, tapi investasinya harus benar-benar ada dan nyata. PT ORI juga menjadi investasi pertama berbasis hilirisasi kelapa sawit, termasuk B50. Jadi nanti pengolahan CPO dan ekspor CPO, bisa selesai dari KITB Siak. Ini menjadi sejarah baru bagi Siak dan insyaAllah akan banyak lagi investasi yang masuk ke KITB setelah ini. Pelabuhan yang ambruk juga insyaAllah akan kita bangun kembali," ungkap Afni.

Bangun Fasilitas Pengolahan Sawit dan Biofuel

Pada tahap pertama, PT ORI merencanakan pembangunan sejumlah fasilitas utama untuk mendukung kegiatan industri berbasis kelapa sawit dan produk turunannya.

Fasilitas tersebut meliputi tangki penyimpanan (storage tank), pabrik pengolahan atau refinery plant berkapasitas 1.100 ton per hari (TPD), fasilitas biofuel berbasis enzimatik berkapasitas 1.000 TPD, pabrik kelapa sawit (PKS) berkapasitas 45 ton per jam, serta dermaga atau Terminal untuk Kepentingan Sendiri (TUKS).

Perusahaan juga merencanakan pembangunan berbagai fasilitas pendukung, antara lain instalasi pengolahan air (Water Treatment Plant atau WTP), fasilitas biogas, instalasi pengolahan air limbah (Wastewater Treatment Plant atau WWTP), bengkel, gudang, dan infrastruktur operasional lainnya.

Sejumlah pekerjaan awal di lokasi proyek telah berjalan, termasuk penimbunan dan pematangan lahan serta pemancangan spun pile sebagai bagian dari persiapan pembangunan infrastruktur.

Pekerjaan tersebut menjadi tahapan awal sebelum pembangunan fasilitas utama dilanjutkan secara bertahap sesuai kesiapan proyek.

Afni Tegaskan Tenaga Kerja Lokal Harus Diprioritaskan

Selain mendorong aktivitas industri, Pemerintah Kabupaten Siak menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat setempat dalam pengembangan KITB.

Afni menegaskan, investasi yang masuk ke daerah harus memberikan manfaat nyata, termasuk melalui pembukaan lapangan pekerjaan dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal.

"Tenaga kerja wajib hukumnya putra putri Siak. Kalaupun ada tim teknis dari luar, harus ada transfer knowledge, sehingga rakyat Siak tak lagi jadi penonton di negerinya sendiri," tegas Afni.

Pernyataan tersebut menempatkan penyerapan tenaga kerja lokal dan transfer pengetahuan sebagai salah satu harapan pemerintah daerah terhadap keberadaan industri di KITB.

Afni juga menyatakan pemerintah daerah akan mendorong kolaborasi berbagai pihak untuk menciptakan alternatif ekonomi baru bagi masyarakat.

"Siak adalah Negeri bertuah. InsyaAllah dengan kolaborasi semua pihak dan kenyamanan investasi, akan banyak alternatif ekonomi baru yang kami siapkan bagi rakyat Siak hari ini dan di masa depan," ujarnya.

PT ORI Menyiapkan Pengembangan Produk Turunan Sawit

General Manager PT Oriental Resources Indonesia, Sutiman, mengatakan investasi di KITB merupakan langkah strategis perusahaan untuk mengembangkan industri berbasis komoditas kelapa sawit dan produk turunannya.

Menurutnya, pembangunan fasilitas pengolahan dan infrastruktur pendukung di kawasan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat hilirisasi industri di Provinsi Riau.

“Investasi ini merupakan komitmen PT Oriental Resources Indonesia untuk berkontribusi terhadap pengembangan hilirisasi industri di Provinsi Riau, khususnya melalui pembangunan fasilitas pengolahan dan pendukungnya di Kawasan Industri Tanjung Buton di Kabupaten Siak. Kami berharap proyek ini dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta perekonomian daerah,” ujarnya.

Selain tahap awal senilai Rp800 miliar, perusahaan menyiapkan investasi lanjutan dengan nilai yang sama untuk mengembangkan fasilitas pengolahan minyak turunan sawit bagi industri makanan, termasuk margarin (margarin) dan lemak khusus (lemak khusus).

Pengembangan tersebut ditujukan untuk memperluas rantai nilai produk dan meningkatkan kegiatan industri perusahaan.

Dengan total rencana investasi sebesar Rp1,6 triliun, PT ORI menargetkan pembangunan dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan dengan mempertimbangkan kesiapan proyek, kebutuhan industri, serta ketentuan peraturan yang berlaku.

Perusahaan juga menyatakan komitmennya untuk memperhatikan aspek keselamatan, lingkungan, dan kepatuhan terhadap regulasi dalam pelaksanaan pembangunan.

Keberadaan PT ORI di KITB diharapkan dapat memperkuat ekosistem industri, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta membuka peluang kerja dan usaha bagi masyarakat sekitar. Namun, manfaat tersebut akan sangat bergantung pada realisasi investasi, perjalanan operasional, dan sejauh mana masyarakat Siak dilibatkan dalam kegiatan industri yang dibangun.