Polsek Langgam Tak Kenal Lelah, Cegah Karhutla dari Desa Segati
Polsek Langgam mengingatkan warga Desa Segati, Pelalawan, agar tidak membakar hutan dan lahan serta segera melaporkan indikasi Karhutla.(poto/ist)
PELALAWAN, Satuju.com – Polsek Langgam memperkuat upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dengan mengingatkan masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan menggunakan api. Sosialisasi tersebut menyasar warga Desa Segati, Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan, Minggu (11/10/2026).
Personel piket Polsek Langgam melaksanakan kegiatan sekitar pukul 10.25 WIB. Dalam sosialisasi itu, polisi mengedukasi masyarakat mengenai bahaya pembakaran lahan serta dampaknya terhadap lingkungan dan kehidupan warga.
Kapolsek Langgam, IPDA Bambang Hermanto, S.H., M.H., menegaskan bahwa pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Ia mengingatkan warga agar tidak menggunakan api untuk membuka maupun membersihkan lahan karena berpotensi memicu kebakaran yang meluas.
“Pencegahan kebakaran hutan dan lahan merupakan tanggung jawab kita bersama. Kami mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar, karena tindakan tersebut dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi lingkungan dan masyarakat,” ujar Kapolsek Langgam.
Selain mengingatkan larangan membakar lahan, Kapolsek mengajak masyarakat segera melapor kepada kepolisian apabila menemukan indikasi kebakaran di lingkungan sekitar. Pelaporan dini diperlukan agar petugas dapat segera melakukan penanganan dan mencegah api meluas.
Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah Polsek Langgam dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat sekaligus mengantisipasi karhutla di wilayah hukumnya.
Sebagai bentuk dokumentasi dan pelaporan, pelaksanaan sosialisasi tersebut juga telah dilaporkan melalui aplikasi Dashboard Lancang Kuning (DLK).
Polsek Langgam berharap masyarakat Desa Segati semakin sadar akan bahaya pembakaran lahan dan turut menjaga lingkungan. Kerja sama antara warga dan aparat dinilai penting untuk menekan risiko karhutla, terutama saat kondisi lingkungan rawan kebakaran.
