BMKG Prediksi Hujan Guyur Sebagian Besar Riau, Warga Diminta Waspadai Petir dan Asap
Ilustrasi cuaca petir dan hujan.(Poto/net)
Pekanbaru, Satuju.com – Hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi mengguyur sebagian besar wilayah Provinsi Riau pada Minggu (11/10/2026), terutama pada siang hingga sore hari. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mengingatkan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah daerah.
Selain ancaman cuaca ekstrem, kondisi udara di Riau masih berpotensi kabur akibat asap. Masyarakat diminta tetap waspada, terutama terhadap dampak asap bagi kesehatan dan kemungkinan perubahan cuaca sepanjang hari.
Forecaster on Duty BMKG, Anggun R, menjelaskan bahwa pada pagi hari cuaca di wilayah Riau diprakirakan berawan dengan potensi kekaburan udara akibat asap.
Memasuki siang hingga sore, hujan ringan hingga sedang berpeluang terjadi di sebagian besar wilayah provinsi tersebut.
Pada malam hari, hujan ringan diprakirakan mengguyur sebagian wilayah Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hilir, Rokan Hulu, Kampar, dan Bengkalis.
Sementara pada dini hari, potensi hujan ringan hingga sedang diperkirakan meluas ke Kota Pekanbaru, Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, serta Kota Dumai.
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Hujan Lebat
BMKG turut mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Kondisi tersebut berpeluang terjadi di sejumlah wilayah pada siang atau sore, malam, hingga dini hari.
"Hujan lebat tersebut berpeluang terjadi di sebagian wilayah Kota Pekanbaru, Kota Dumai, Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Kampar, dan Bengkalis pada siang atau sore, malam, hingga dini hari," kata Anggun.
Dari sisi meteorologi, suhu udara di Riau diprakirakan berkisar antara 23–33 derajat Celsius, dengan kelembapan udara mencapai 55–99 persen. Angin bertiup dari arah tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam.
Untuk wilayah perairan, tinggi gelombang laut di Provinsi Riau diprakirakan berkisar antara 0,5–1,25 meter atau masuk kategori rendah.
Masyarakat yang beraktivitas di luar ruangan diimbau memperhatikan perkembangan cuaca, khususnya ketika hujan lebat, petir, dan angin kencang berpotensi terjadi.
Hotspot di Riau Tersisa Tiga Titik
Di tengah potensi hujan, jumlah titik panas atau hotspot di Riau terpantau menurun. Berdasarkan pemantauan hingga pukul 23.00 WIB, Sabtu (10/10/2026), tercatat tiga titik panas di provinsi tersebut.
Dua titik terdeteksi di Kota Dumai, sedangkan satu titik lainnya berada di Kabupaten Pelalawan.
Secara keseluruhan, jumlah hotspot di Pulau Sumatera mencapai 2.531 titik. Sumatera Selatan mencatat 1.887 titik, disusul Jambi dengan 335 titik dan Kepulauan Bangka Belitung sebanyak 189 titik.
Selanjutnya, Lampung terpantau memiliki 96 titik panas, Bengkulu 12 titik, Kepulauan Riau tujuh titik, Aceh dua titik, dan Riau tiga titik.
Meski jumlah titik panas di Riau relatif rendah dibandingkan sejumlah provinsi lain di Sumatera, masyarakat tetap diminta tidak mengabaikan potensi dampak asap terhadap kesehatan.
Warga Diimbau Waspadai Dampak Asap
BMKG mengimbau masyarakat menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan, terutama jika kondisi udara semakin kabur atau asap semakin pekat. Warga juga disarankan membatasi kegiatan di luar rumah apabila kualitas udara memburuk.
Selain itu, masyarakat diminta memantau informasi cuaca terbaru, khususnya bagi warga yang berada di wilayah dengan potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang.
Kombinasi potensi hujan dan kondisi udara yang masih kabur akibat asap membuat kewaspadaan tetap diperlukan. Masyarakat diharapkan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi cuaca setempat serta mengikuti informasi resmi dari BMKG untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan cuaca sepanjang Minggu.
