Dinkes Bengkalis Imbau Warga Waspadai Kabut Asap Karhutla, Masker Jadi Perlindungan Penting

Dinkes Bengkalis Imbau Warga Waspadai Kabut Asap Karhutla

Bengkalis, Satuju.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bengkalis mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Warga diminta mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker saat harus bepergian untuk membantu mengurangi paparan partikel secepatnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bengkalis, Ermanto, SKM, MKM, melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Irawadi, SKM, MPH, menegaskan bahwa langkah pencegahan perlu dilakukan untuk melindungi kesehatan masyarakat di tengah kondisi udara yang terdampak asap.

Menurut Irawadi, paparan kabut asap dapat menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, usia lanjut (lansia), dan lanjut ibu hamil. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tidak mengabaikan perlindungan diri selama kabut asap masih mengancam kualitas udara.

“Kurangi aktivitas di luar rumah, terutama bagi anak-anak, lansia, dan ibu hamil. Jika harus bepergian ke luar rumah, gunakan masker untuk membantu mengurangi paparan partikel asap,” ungkap Irawadi di Bengkalis.

Selain menggunakan masker, masyarakat dianjurkan memperbanyak minum air putih dan menjaga kebersihan lingkungan rumah. Warga juga disarankan untuk membatasi paparan secepatnya, terutama ketika kondisi udara memburuk.

Warga Diminta Tidak Membakar Sampah dan Membuka Lahan

Dinkes Bengkalis turut mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar. Selain berpotensi memicu kebakaran, praktik tersebut dapat memperbaiki kondisi kabut asap dan meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Irawadi juga meminta warga segera mendatangi puskesmas atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat apabila mengalami keluhan, khususnya gangguan pernapasan seperti sesak napas atau batuk parah.

“Jangan menunda pemeriksaan apabila terjadi gangguan pernafasan.Segera datangi fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan yang tepat,” ujar Irawadi, Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, kewaspadaan dan tindakan pencegahan perlu dilakukan bersama agar dampak kabut asap terhadap kesehatan masyarakat dapat diminimalkan.

Dinkes Kabupaten Bengkalis pun mengajak seluruh lapisan masyarakat menjaga kesehatan diri, keluarga, dan lingkungan serta ikut berperan mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

“Mari layang-layang samo-samo jage kesehatan.Jage diri, jage keluarga, jage layang-layang Bengkalis!” imbaunya.