Alex Marquez Peringatkan Marc: Tiga Sirkuit Ini Bisa Jadi Ancaman Aprilia

Alex Marquez

Jakarta, Satuju.com – Alex Marquez menilai Marc Marquez berhasil melewati MotoGP Mandalika tanpa mengalami kerugian besar dalam persaingan perebutan gelar juara dunia musim 2026. Meski Sirkuit Mandalika dikenal sulit bagi sang kakak maupun Ducati, Marc mampu menjaga peluangnya tetap terbuka menjelang lima seri terakhir.

Marc Marquez mengawali akhir pekan di Mandalika dengan hasil positif setelah memenangi sprint race. Pembalap berjuluk The Baby Alien itu bahkan sempat mengambil alih posisi teratas klasemen sementara usai menyelesaikan balapan sprint sepanjang 13 lap tersebut.

Namun, pada balapan utama Minggu, pembalap berusia 33 tahun itu harus puas finis di posisi keenam. Hasil tersebut membuat Marc kembali turun ke peringkat kedua klasemen, tetapi jaraknya dengan pemimpin klasemen Jorge Martin tetap dua poin.

Martin sendiri finis di posisi keempat pada sprint race dan menempati urutan ketiga dalam balapan utama di Lombok. Dengan demikian, persaingan kedua pembalap tersebut masih berlangsung ketat memasuki penghujung musim.

Alex Marquez Soroti Ancaman Aprilia

Memasuki lima seri terakhir, Marc Marquez dinilai masih memiliki peluang besar untuk terus menekan Jorge Martin. Sejumlah sirkuit tersisa juga memiliki karakter yang cukup menguntungkan bagi pembalap Ducati tersebut.

Phillip Island, Sepang, Lusail, dan Ricardo Tormo Valencia merupakan sirkuit yang selama ini cukup bersahabat bagi Marc. Sementara itu, Portimao menjadi satu-satunya trek tersisa yang belum pernah memberinya kemenangan.

Meski demikian, Alex Marquez mengingatkan bahwa persaingan akan semakin sulit, terutama ketika MotoGP memasuki seri Australia, Qatar, dan Portugal. Menurutnya, ketiga sirkuit tersebut berpotensi menjadi arena yang menguntungkan bagi Aprilia RS-GP.

“Dia berhasil melewatinya, tidak diragukan lagi. Saya tidak akan menyebutnya sebagai sebuah kemenangan, tetapi dia berhasil lolos dengan selamat dari sirkuit yang sulit baginya,” ujar Alex.

Pembalap Gresini Ducati itu menilai hasil di Mandalika membuat persaingan kedua kandidat juara dunia masih relatif seimbang.

“Hasilnya bisa dibilang imbang, masing-masing meraih rata-rata 22 poin antara Marquez dan Martin,” jelasnya.

Alex menegaskan, persaingan perebutan gelar juara dunia akan semakin menarik karena para pembalap akan menghadapi sejumlah sirkuit yang berpotensi memperlihatkan keunggulan motor Aprilia.

“Perebutan juara dunia akan sangat terbuka, terutama karena kita akan menuju sirkuit-sirkuit seperti Australia, Qatar, dan Portimao. Trek di mana motor Aprilia bisa tampil sangat kompetitif. Marc harus mengeluarkan jurus-jurus andalannya,” lanjut Alex.

Peluang Team Order Aprilia Mulai Disorot

Selain persaingan di lintasan, kemungkinan penerapan team order atau instruksi tim juga mulai menjadi perhatian. Aprilia memiliki kepentingan besar untuk mengamankan gelar juara dunia, terlebih dua pembalapnya saat ini berada di posisi tiga besar klasemen.

Jorge Martin memimpin klasemen sementara, sedangkan rekan setimnya, Marco Bezzecchi, tertinggal 46 poin. Dengan hanya lima seri tersisa, Aprilia berpotensi mempertimbangkan strategi tim untuk memperbesar peluang Martin meraih gelar.

Meski begitu, pihak Aprilia disebut masih ingin menunggu beberapa seri berikutnya sebelum mengambil keputusan terkait kemungkinan instruksi tim.

Alex Marquez memperkirakan Ducati pada akhirnya juga dapat menerapkan strategi serupa jika situasi persaingan menuntut hal tersebut. Namun, ia menilai pembahasan mengenai team order masih terlalu dini dilakukan saat ini.

“Jelas sekali bahwa Aprilia punya rencana yang jelas. Mereka ingin merebut juara dunia dan mereka sudah berbicara dengan semua pembalapnya,” kata Alex.

Menurutnya, Ducati kemungkinan akan mengevaluasi strategi tim ketika persaingan memasuki fase yang lebih menentukan.

“Jadi menurut saya, akan tiba saatnya bagi Ducati untuk melakukan hal serupa, tetapi saat ini masih terlalu dini. Meski tidak banyak balapan yang tersisa, begitu kita sampai di titik di mana persaingan terjadi setiap hari Minggu, barulah kita akan mengevaluasi semuanya,” pungkasnya.

Alex Marquez sendiri dijadwalkan memperkuat Red Bull KTM pada musim berikutnya. Ia akan menjalani tantangan baru bersama Fabio Di Giannantonio, yang saat ini membalap untuk tim VR46 Ducati.

Dengan lima seri tersisa, persaingan Marc Marquez dan Jorge Martin diperkirakan semakin ketat. Kemampuan beradaptasi dengan karakter sirkuit serta strategi masing-masing tim akan menjadi faktor penting dalam menentukan siapa yang berhasil mengakhiri musim sebagai juara dunia.


BERITA TERKAIT