Presiden Iran Masoud Pezeshkian Soroti Kemajuan Teknologi Rudal, Ingin Negara Tak Bisa Diserang Musuh

Presiden Iran Masoud Pezeshkian. (poto/net)

Jakarta, Satuju.com – Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyoroti kemajuan negaranya dalam pengembangan teknologi canggih, termasuk pembuatan rudal. Ia menilai pencapaian tersebut menunjukkan besarnya potensi sumber daya manusia serta kemampuan ilmiah Iran.

Pernyataan itu disampaikan Pezeshkian saat menghadiri upacara peresmian lembaga pendidikan di Islamshahr, dekat Teheran. Kantor berita semi-resmi Tasnim melaporkan bahwa ia juga menekankan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kemampuan nasional dan mempersiapkan generasi yang kompeten.

“Namun, kita bisa melakukan jauh lebih baik daripada situasi saat ini, sehingga Iran mencapai posisi di mana tidak ada musuh yang berani menyerang,” ujarnya kepada para hadirin.

Menurut Pezeshkian, pendidikan memiliki peran mendasar dalam mencetak sumber daya manusia yang mampu mendukung pencapaian tujuan strategis negara, termasuk memperkuat kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Pernyataan tersebut menekankan perhatian pemerintah Iran terhadap pengembangan kapasitas ilmiah dan teknologi sebagai bagian dari upaya memperkuat pertahanan serta menjaga tantangan keamanan.

Menlu Iran Kunjungi Bagdad, Hadiri Pertemuan OKI

Di tengah sorotan terhadap kemampuan pertahanan Iran, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi tiba di Bagdad, Irak, untuk menghadiri pertemuan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).

Kunjungan tersebut menjadi perhatian karena hubungan Bagdad dan Teheran memiliki kepentingan strategis di berbagai bidang, mulai dari perdagangan dan pasar energi hingga dinamika sanksi internasional terhadap Iran.

Iran dan Irak juga memiliki hubungan geopolitik yang telah berlangsung lama. Oleh karena itu, pertemuan di Bagdad dipandang sebagai kesempatan untuk membahas persoalan bilateral sekaligus perkembangan situasi keamanan di kawasan.

Araghchi dijadwalkan bertemu dengan sejumlah mitranya dari kawasan negara-negara. Agenda tersebut menjadi bagian dari upaya koneksi Iran untuk menyampaikan pandangan mengenai perkembangan konflik dan risiko eskalasi lebih lanjut.

Iran Peringatkan Risiko Perang Berkepanjangan

Salah satu pesan yang ingin disampaikan Iran melalui jalur diplomasi adalah bahwa peningkatan ketegangan dapat memperbesar risiko terjadinya perang berkepanjangan atau perang atrisi.

Konflik yang terus meluas dan berdampak tidak hanya berdampak pada negara-negara yang terlibat secara langsung, tetapi juga turut menyeret wilayah lain dan melemahkan stabilitas regional.

Dalam situasi seperti ini, diplomasi dan komunikasi antarnegara menjadi faktor penting untuk mengurangi risiko salah perhitungan serta mencegah berkembangnya konflik menjadi konfrontasi yang lebih luas.

Pernyataan Pezeshkian mengenai kemajuan teknologi dan kunjungan Araghchi ke Irak mencerminkan dua aspek yang menjadi perhatian Iran, yakni penguatan kapasitas nasional dan pemanfaatan jalur diplomasi dalam menangani dinamika keamanan kawasan.

Meski demikian, perkembangan selanjutnya akan bergantung pada langkah-langkah konkret negara-negara terkait, termasuk upaya meredakan ketegangan dan menjaga komunikasi di tengah meningkatnya risiko konflik.