Selamatkan Hutan Bukit Rimbang, Kelompok Tani Gandeng BKSDA Riau Tanam Pohon di 100 Hektare

Saat Penanaman pohon di kawasan konservasi Bukit Rimbang Bukit Baling

Kelompok Tani Nagoyi Lamo Mandiri menggandeng BKSDA Riau untuk merencanakan penanaman pohon di 100 hektare Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling.

PEKANBARU, Satuju.com – Penanaman pohon di kawasan konservasi Bukit Rimbang Bukit Baling direncanakan mencakup 100 hektare di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau. Program ini melibatkan Kelompok Tani Nagoyi Lamo Mandiri dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau sebagai upaya mendukung pemulihan ekosistem hutan dan pelestarian habitat satwa liar.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kerja sama di Kantor BKSDA Riau, Jalan HR Soebrantas, Panam, Pekanbaru, Selasa, 20 Oktober 2026. Penandatanganan dilakukan Ketua Kelompok Tani Nagoyi Lamo Mandiri, Abdullah, bersama Kepala Bidang KSDA Wilayah I BKSDA Riau, Sanggara Yuda.

Rencana penanaman dipusatkan di Desa Sungai Paku, Kabupaten Kuantan Singingi, dalam kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling.

Sejumlah pengurus kelompok tani turut menghadiri kegiatan tersebut, yakni Wakil Ketua Jumiran, Sekretaris May Kalsum, dan Bendahara Yusrizal. Dari pihak BKSDA Riau, hadir staf Ade serta Kepala Sektor Wilayah Kuantan Singingi.

Abdullah: Pelestarian Hutan Tanggung Jawab Bersama

Ketua Kelompok Tani Nagoyi Lamo Mandiri, Abdullah, menyambut positif kerja sama tersebut. Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian hutan dan keberlangsungan lingkungan bagi generasi mendatang.

“Kami sangat menyambut baik program ini. Bagi kami, menjaga hutan berarti menjaga sumber air, melindungi kehidupan satwa dan tumbuhan, serta mempertahankan keseimbangan alam. Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut sehingga pemulihan lingkungan di tanah kelahiran kami dapat berjalan secara berkesinambungan,” ujar Abdullah.

Ia menegaskan, kelompok tani yang dipimpinnya siap mendukung kegiatan penanaman dan pemeliharaan pohon sesuai arahan teknis BKSDA Riau serta ketentuan yang berlaku di kawasan konservasi.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga oleh upaya merawat tanaman agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat ekologis dalam jangka panjang.

Sosialisasi dan Pelibatan Masyarakat

Kepala Sektor Wilayah Kuantan Singingi juga memiliki peran penting dalam mendukung upaya perlindungan dan pemulihan kawasan Suaka Margasatwa Bukit Rimbang Bukit Baling.

Sosialisasi kepada masyarakat menjadi salah satu langkah untuk meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kawasan konservasi, mencegah kerusakan hutan, serta melindungi keanekaragaman hayati.

Melalui pendekatan tersebut, masyarakat diharapkan tidak hanya memahami fungsi kawasan suaka margasatwa, tetapi juga terlibat aktif dalam menjaga kelestariannya.

Kerja sama dengan Kelompok Tani Nagoyi Lamo Mandiri diharapkan dapat memperkuat hubungan antara petugas konservasi dan masyarakat setempat. Keterlibatan kelompok masyarakat juga berpotensi memperluas dukungan terhadap program pemulihan hutan di Kuantan Singingi.

Penanaman 100 Hektare Perlu Pengawasan Berkelanjutan

Rencana penanaman di area seluas 100 hektare membutuhkan perencanaan teknis yang matang. Penentuan jenis pohon, lokasi penanaman, serta tahapan pelaksanaan perlu mengikuti arahan BKSDA Riau dengan mempertimbangkan kondisi ekosistem setempat.

Selain itu, pemeliharaan tanaman setelah penanaman menjadi faktor penting untuk memastikan program memberikan hasil nyata. Pengawasan dan evaluasi diperlukan agar kegiatan tidak berhenti pada penanaman awal, tetapi berlanjut hingga tanaman tumbuh dan mendukung pemulihan tutupan vegetasi.

Pemulihan hutan di kawasan tersebut diharapkan dapat membantu menjaga habitat satwa liar, mempertahankan fungsi tata air, mengurangi risiko erosi, serta mendukung keseimbangan ekosistem.

Dengan adanya kerja sama ini, Kelompok Tani Nagoyi Lamo Mandiri dan BKSDA Riau diharapkan dapat membangun kolaborasi berkelanjutan dalam menjaga kawasan konservasi Bukit Rimbang Bukit Baling.

Namun, keberhasilan rencana penanaman tersebut nantinya akan bergantung pada pelaksanaan di lapangan, kesesuaian teknis, serta konsistensi pemeliharaan dan pengawasan kawasan.