INDODAX Soroti Modus Penipuan, Pengguna Diminta Verifikasi Kontak Resmi
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian: INDODAX mengingatkan pengguna mewaspadai penipuan digital, phishing, dan penyamaran Customer Support serta memastikan kontak melalui kanal resmi..(poto/ist/satuku.com)
Jakarta, Satuju.com – Penipuan digital di sektor aset kripto menjadi perhatian seiring meningkatnya risiko keamanan transaksi. INDODAX mengingatkan pengguna agar memverifikasi kontak resmi dan mewaspadai pelaku yang menyamar sebagai Customer Support untuk mencuri data sensitif serta mengambil alih akun.
Peringatan ini mengemuka setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lima insiden yang melibatkan ekosistem aset keuangan digital dan kripto sepanjang Agustus–September 2026. Penanganannya melibatkan OJK, Indonesia Anti-Scam Centre (IASC), perbankan, lembaga kliring, pedagang aset keuangan digital (PAKD), dan penyedia jasa pembayaran.
Langkah penanganan mencakup pemantauan transaksi tidak wajar, pembekuan rekening yang terindikasi, hingga upaya pemulihan dana. Perkembangan tersebut menegaskan pentingnya penguatan keamanan sistem sekaligus kewaspadaan pengguna dalam bertransaksi secara digital.
Chief Marketing Officer INDODAX, Aloysia Dian, mengatakan keamanan pengguna tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Pengguna juga perlu memahami modus penipuan yang memanfaatkan kepanikan dan rasa mendesak.
“Keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kemampuan pengguna mengenali modus penipuan dan memverifikasi setiap informasi yang diterima. Pelaku social engineering dapat memanfaatkan kepanikan, rasa urgensi, atau menyamar sebagai Customer Support untuk memperoleh data sensitif pengguna,” ujarnya.
Waspadai Customer Support Palsu
Salah satu modus yang perlu diwaspadai ialah penyamaran sebagai Customer Support INDODAX melalui nomor telepon, akun media sosial, email, atau situs tidak resmi. Pelaku dapat menggunakan identitas yang terlihat meyakinkan untuk mengarahkan korban memberikan informasi keamanan akun.
INDODAX menegaskan tidak menyediakan layanan Customer Support melalui WhatsApp. Meski demikian, WhatsApp dapat digunakan untuk mengirimkan kode OTP dalam proses autentikasi tertentu.
Customer Support resmi INDODAX juga tidak pernah meminta kata sandi, PIN, kode OTP, recovery code, maupun informasi keamanan akun lainnya. Karena itu, pengguna perlu menolak permintaan data tersebut, termasuk jika pengirim mengaku sebagai petugas resmi.
Aloysia meminta pengguna tidak langsung memercayai nomor atau akun yang ditemukan melalui mesin pencari, pesan pribadi, maupun situs pihak ketiga tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
“Jika menerima pesan yang mencurigakan, jangan langsung mengikuti instruksi, membuka tautan, atau memberikan data pribadi. Hentikan komunikasi dan lakukan konfirmasi serta verifikasi secara terpisah melalui kanal dan kontak resmi INDODAX,” tambahnya.
Ini Kanal Resmi INDODAX
Untuk mengurangi risiko penipuan, pengguna dapat menghubungi Customer Support INDODAX melalui kanal berikut:
- CS INDODAX: (021) 5065 8888
- CS INDODAX Prioritas: (021) 5036 8888
- Email: [email protected]
- Live Chat: melalui aplikasi atau situs web INDODAX
- Media sosial: @indodax
- Telegram: @indodaxroom
- Informasi kanal resmi: indodax.info
Pengguna disarankan memeriksa kembali identitas kontak sebelum berkomunikasi, tidak mengeklik tautan mencurigakan, serta tidak membagikan kode autentikasi kepada pihak lain.
Pentingnya penguatan tata kelola dan kesiapsiagaan menghadapi serangan siber juga menjadi sorotan laporan CPA Australia bersama OJK dan UID Foundation. Laporan tersebut menekankan perlunya regulasi yang jelas, kesiapan menghadapi insiden, serta kolaborasi lintas pihak untuk membangun ekosistem aset digital yang aman dan terpercaya.
Risiko seperti phishing, penyamaran layanan pelanggan, dan social engineering menunjukkan bahwa keamanan aset kripto membutuhkan tanggung jawab bersama. Penguatan sistem harus berjalan seiring dengan kebiasaan pengguna memeriksa sumber informasi dan memastikan setiap komunikasi berasal dari kanal yang sah.
INDODAX mengimbau pengguna agar menjaga kerahasiaan data akun dan hanya menggunakan saluran resmi saat membutuhkan bantuan. Verifikasi kontak sebelum bertindak menjadi langkah penting untuk menekan risiko penipuan dan melindungi aset digital.
