Netanyahu Andalkan Dukungan Trump Jelang Pemilu Israel, Isyaratkan Perang terhadap Iran Berlanjut

Netanyahu dan Trump

Jakarta, Satuju.com – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengandalkan dukungan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjelang pemilu Israel yang dijadwalkan berlangsung Selasa (27/10/2026). Netanyahu bahkan mengisyaratkan kemungkinan berlanjutnya perang terhadap Iran apabila dirinya kembali terpilih sebagai perdana menteri.

Dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi pada Minggu (25/10/2026), Netanyahu memuji hubungan dekatnya dengan Trump. Ia menggambarkan dukungan pemimpin AS tersebut sebagai hubungan persahabatan yang belum pernah terjadi sebelumnya antara seorang perdana menteri Israel dan presiden Amerika Serikat.

"Presiden AS Donald Trump telah menunjukkan persahabatan yang belum pernah ada sebelumnya antara seorang PM Israel dan seorang presiden AS," kata Netanyahu.

Ia juga menyinggung sisa masa jabatan Trump yang masih berlangsung sekitar dua tahun. Menurut Netanyahu, dukungan dari Washington menjadi salah satu faktor penting menjelang pemungutan suara di Israel.

"Rasanya sulit membayangkan kita akan memiliki presiden yang begitu bersahabat lagi di masa depan. Ia masih memiliki masa jabatan dua tahun lagi, dan ia meminta Anda untuk memilih saya," imbuhnya, seperti dikutip Reuters.

Netanyahu turut mengklaim Trump bersedia mengambil tindakan yang dapat mengakhiri ancaman Iran. Namun, pernyataan tersebut disampaikan dengan penekanan bahwa upaya itu bergantung pada keberlanjutan kepemimpinannya di Israel.

"Saya telah menginstruksikan Mossad (badan intelijen Israel) dan militer IDF untuk menjatuhkan rezim ini, karena itulah satu-satunya cara untuk mengakhiri ancaman tersebut," ungkap Netanyahu.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa isu keamanan nasional dan konfrontasi dengan Iran menjadi bagian penting dalam pesan politik Netanyahu menjelang pemilu.

Trump Serukan Pemilih Dukung Netanyahu

Dukungan terhadap Netanyahu juga disampaikan Trump melalui unggahan di media sosial. Presiden AS tersebut secara terbuka mengajak pemilih Israel kembali memberikan mandat kepada Netanyahu.

"Pilihlah Bibi Netanyahu sebagai Perdana Menteri; kita harus menyelesaikan tugas yang telah kita mulai," kata Trump dalam cuitannya.

Trump sebelumnya juga menyampaikan dukungan kepada Netanyahu pada 18 Oktober 2026. Namun, ketika ditanya wartawan apakah Netanyahu secara khusus meminta dukungan tersebut, Trump memberikan jawaban berbeda.

"Saya tidak pernah membicarakannya. Saya memberikan kedua dukungan tersebut. Menurut saya, dia telah menunjukkan tugasnya dengan sangat baik sebagai perdana menteri di tengah kondisi yang penuh tantangan," kata Trump.

Pernyataan Trump tersebut mempertegas dukungan politiknya terhadap Netanyahu di tengah persaingan menjelang pemilu Israel.

Gedung Putih Singgung Kondisi Iran

Sementara itu, Wakil Sekretaris Pers Gedung Putih Anna Kelly turut memberikan tanggapan ketika dimintai keterangan mengenai pernyataan Netanyahu. Ia menyebut kondisi Iran saat ini sangat buruk, baik dari sisi ekonomi maupun militer.

Kelly juga menyatakan blokade akan tetap diberlakukan sepenuhnya di Selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menyerang Iran sebelum pemilihan paruh waktu AS pada 3 November 2026.

"AS tidak akan menyerang Iran kapan pun sebelum pemilihan paruh waktu (3 November)," kata Kelly.

Pernyataan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian terhadap arah kebijakan Washington terhadap Teheran serta kemungkinan kelanjutan konfrontasi antara Iran dan Israel.

Dukungan terbuka Trump terhadap Netanyahu menjelang pemilu menjadi sorotan karena beririsan dengan persoalan keamanan regional dan hubungan AS-Israel. Sementara itu, pernyataan Netanyahu mengenai kemungkinan melanjutkan upaya menjatuhkan rezim Iran menunjukkan bahwa kebijakan terhadap Teheran tetap menjadi salah satu isu utama dalam narasi politiknya.

Hasil pemilu Israel akan menentukan kepemimpinan pemerintahan berikutnya, sekaligus menjadi faktor penting dalam melihat arah kebijakan keamanan Israel dan hubungannya dengan Amerika Serikat.