CSR Bank BSI Diduga Kepada Oknum Pegawai TNTN Pelalawan Tak Tepat Sasaran
Ilustasi Dana CSR
Satuju.com - Sebelumnya beredar info ada beberapa perangkat desa di Kabupaten Pelalawan menyimpulkan adanya dugaan penyelewengan dana CSR sebanyak Rp. 1,2 M dari Bank Syariah Indonesia (BSI) ke Balai Taman Nasional Tesso Nilo (B-TNTN).
“Kami sebut dugaan penyelewengan karena diduga dana tersebut masuk kerekening pribadi oknum TNTN,” kata sumber yang bisa dipercaya.
Kemudian terdengar juga kabar ada pemberian dana pemberdayaan masyarakat yang kabarnya disalurkan melalui kelompok keluarga PNS atau istri pegawai BTNTN.
Kabarnya ada demo bersama beberapa perangkat desa ke kantor Flying Squad Lubuk Kembang Bunga terkait dana anggaran dari dana CSR total Rp 1,5 M, tulis informasi yang masuk ke redaksi media ini, Rabu (28/10/26).
Mekanisme hibah itu sendiri kabarnya tanpa melalui mekanisme ini langsung melalui bendahara penerima uang di TNTN.
“Hibah itu uang wajib ada pembukaan rekening dan izin oleh kementerian keuangan (KPPN) dan selanjutnya masuk anggaran DIPA Balai TNTN,” tulis sumber ini.
Yang lebih anehnya, dana CSR ini masuk ke rekening pribadi, bukan masuk ke rekening negara. “Dalam pemberian/ penyaluran dana CSR itu kabarnya di bawah tangan, tidak disertai perjanjian hibah,” tulisnya.
Banyak pihak yang meminta dana CSR kepada B-TNTN di Pelalawan agar disidik oleh penegak hukum, bahkan Ketua DPD LSM Gempur Riau, Hasanul Arifin, mengancam akan demo ke Kantor B-TNTN di Pelalawan dalam waktu dekat.
“Kalau tidak ada keterangan yang jelas dari pihak Balai TNTN dan upaya penegakan hukum kita dalam waktu dekat akan didemo ke Kantor B-TNTN Pelalawan,” katanya.
Kepala Balai Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) di Pelalawan, Heru Sutmantoro, S.Hut., MM, menjawab “Silahkan saja informasi valid ke BSI Pangkalan Kerinci terkait sumber pendanaan nya, karena untuk pembangunan sarpras wisata di Elephant Flying Squad dan sekarang proses pembangunan,” katanya.
Sementara Kepala Seksi Wilayah 1 Lubuk Kembang Bunga, Asari membisu.**
