Ratusan Warga Israel Tuntut Pemerintahan Koalisi Yahudi-Arab, Netanyahu Kehilangan Mayoritas
Netanyahu.(poto/net)
Jakarta, Satuju.com – Ratusan warga Israel menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (28/10/2026), menuntut pembentukan koalisi pemerintahan yang melibatkan partai-partai Yahudi dan Arab. Seruan tersebut muncul di tengah kebuntuan politik setelah hasil pemilihan umum menunjukkan tidak ada blok politik yang berhasil meraih mayoritas kursi parlemen.
Media Israel, Haaretz, melaporkan aksi emisi yang berlangsung di tiga lokasi, yakni Paris Square di Yerusalem, Unesco Square di Haifa, serta Taman Mesila di Tel Aviv.
Demonstrasi tersebut mencerminkan meningkatnya desakan masyarakat agar Israel memiliki pemerintahan yang lebih inklusif, mengikuti hasil pemilu yang belum memberikan kemenangan mayoritas kepada dua kekuatan politik utama.
Kekuatan kedua adalah Partai Likud pimpinan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Partai Yashar yang dipimpin mantan panglima militer Gadi Eisenkot.
Berdasarkan kontes sementara Komite Pusat Pemilihan Israel hingga 90,4 persen suara masuk pada Kamis (29/10/2026) sore WIB, blok Netanyahu memperoleh 52 kursi. Sementara itu, blok yang dipimpin Eisenkot mengamankan 48 kursi.
Hasil tersebut membuat kedua kubu belum mampu memenuhi ambang batas mayoritas 61 kursi dari total 120 kursi Knesset atau parlemen Israel untuk membentuk pemerintahan.
Di sisi lain, partai-partai Arab Israel berhasil mengumpulkan total 20 kursi. Perolehan tersebut terdiri dari Joint List yang meraih 12 kursi dan Ra'am dengan delapan kursi.
Partai Arab Buka Peluang Dukung Blok Oposisi
Di tengah pembentukan pemerintahan, pemimpin blok parlemen Joint List sekaligus anggota Knesset dari kalangan Arab, Ahmad Tibi, menyatakan membuka peluang bekerja sama dengan blok oposisi untuk mengakhiri pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Blok oposisi yang disebut sebagai "blok perubahan" merupakan aliansi sejumlah partai yang berupaya menggantikan pemerintahan Netanyahu.
Aliansi tersebut mencakup Partai Yashar pimpinan Gadi Eisenkot, Yesh Atid pimpinan Yair Lapid, pimpinan Partai Demokrat Yair Golan, Beyachad pimpinan Naftali Bennett, serta Yisrael Beiteinu pimpinan Avigdor Lieberman.
Dalam pernyataan tertulis yang diterima Anadolu Agency, Tibi menyebut tingginya partisipasi pemilih Arab sebagai pencapaian penting bagi Joint List sekaligus menunjukkan besarnya pengaruh politik komunitas Arab dalam menentukan arah pemerintahan Israel.
“Partisipasi pemilih Arab yang sangat tinggi merupakan pencapaian bersejarah bagi Joint List. Aliansi ini menjawab seruan masyarakat untuk bersatu dan membuktikan bahwa mereka merupakan kekuatan penentu yang tanpanya perubahan tidak mungkin terwujud,” kata Tibi.
Ia juga menegaskan bahwa Joint List siap membuka komunikasi dengan blok oposisi untuk meyakinkan pemerintahan Netanyahu bersama Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir.
“Kami mengulurkan tangan kepada 'blok perubahan' untuk menenangkan pemerintahan Netanyahu-Ben-Gvir, yang akan diawali dengan pencopotan Ketua Knesset Amir Ohana,” tambahnya.
