Mbappe Dapat Suara Pertama dari Perwakilan Paraguay di Ballon dOr 2026, Kalah dari Harry Kane

Kylian Mbappe.(poto/net)

Jakarta, Satuju.com – Kapten Timnas Prancis, Kylian Mbappe, mendapat dukungan dari perwakilan Paraguay dalam pemungutan suara penghargaan Ballon d'Or 2026. Menariknya, dukungan tersebut datang beberapa bulan setelah Mbappe terlibat polemik dengan seorang senator Paraguay yang melontarkan pernyataan bernada rasis terhadap dirinya sendiri.

Menurut laporan surat kabar Prancis, L'Equipe, jurnalis Rubén Darío Da Rosa yang mewakili jaringan media Tigo Sports dan Telefuturo menjadi salah satu dari 23 pemilih yang menempatkan Mbappe di posisi pertama dalam daftar pemain terbaik dunia.

Dalam daftar pilihannya, Da Rosa menempatkan dua pemain Spanyol, Rodri dan Lamine Yamal, masing-masing di posisi kedua dan ketiga. Sementara itu, Harry Kane yang akhirnya meraih penghargaan Ballon d'Or 2026 hanya berada di posisi keenam dalam pilihannya.

Selain Mbappe, terdapat dua pemain Prancis lainnya yang masuk dalam daftar 10 besar versi jurnalis Paraguay tersebut. Michael Olise menempati posisi kelima, sedangkan Ousmane Dembele berada di urutan kedelapan.

Dukungan terhadap Mbappe ini menjadi perhatian karena sebelumnya ia sempat berselisih dengan senator Paraguay, Celeste Amarilla, setelah pertandingan antara Prancis dan Paraguay pada babak 16 besar Piala Dunia 2026.

Dalam pertandingan tersebut, Prancis berhasil mengalahkan Paraguay dengan skor 1-0 melalui penalti gol yang dicetak Mbappe.

Setelah pertandingan, Mbappe menerima pernyataan bernada rasis dari Amarilla. Kapten Les Bleus itu kemudian memberikan tanggapan keras terhadap senator tersebut dengan menyebutnya sebagai perempuan hina yang tidak layak menduduki jabatannya.

Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) kemudian mengajukan pengaduan atas kejadian tersebut. Langkah itu mendorong Kejaksaan Umum di Paris membuka penyelidikan terkait pernyataan yang ditujukan kepada Mbappe.

Mekanisme Pemungutan Suara Ballon d'Or 2026

Pemungutan suara Ballon d'Or 2026 melibatkan 100 jurnalis olahraga spesialis dari berbagai negara. Setiap jurnalis diminta memilih 10 pemain terbaik berdasarkan penilaian masing-masing.

Sistem penilaian memberikan 15 poin untuk pemain yang ditempatkan di posisi pertama, kemudian 12 poin untuk peringkat kedua, 10 poin untuk peringkat ketiga, serta 8, 7, 5, 4, 3, 2, dan 1 poin untuk posisi berikutnya.

Hasil akhir ditentukan berdasarkan akumulasi poin dari seluruh pemilih. Dengan mekanisme tersebut, pilihan masing-masing jurnalis turut mempengaruhi perolehan suara dan akhir para pemain dalam perebutan penghargaan individu paling bergengsi di dunia sepak bola tersebut.


BERITA TERKAIT