Marc Marquez Siap Ambil Risiko di MotoGP Sepang, Waspadai Kecepatan Jorge Martin

Marc Marquez (poto/ist)

Jakarta, Sautju.com - Marc Marquez menegaskan kesiapannya untuk mengambil risiko lebih besar saat kompetisi perebutan gelar juara dunia MotoGP memasuki empat seri terakhir musim ini. Pembalap yang kini memimpin klasemen sementara tersebut menyampaikan hal itu menjelang Grand Prix Malaysia di Sirkuit Sepang akhir pekan ini.

Meski berada di posisi teratas klasemen, Marquez mengaku tetap mewaspadai kekuatan para pesaingnya, khususnya pembalap Aprilia, Jorge Martin. Ia bahkan mengira Martin tetap mampu tampil cepat meskipun sedang mengalami cedera pergelangan tangan.

Martin sebelumnya telah mendapatkan izin medis untuk mengikuti sesi latihan pertama pada hari Jumat. Namun, pembalap Spanyol itu masih meragukan kemampuannya menyelesaikan seluruh rangkaian akhir pekan balapan, mengingat cedera kekhawatiran tangan umumnya memerlukan waktu pemulihan sekitar empat hingga lima minggu.

Marquez menyambut positif kehadiran Martin di lintasan dan menilai keputusan medis yang menyatakan seorang pembalap layak bertanding menjadi indikasi bahwa kondisinya cukup aman.

“Pertama-tama, senang melihat Martin berada di lintasan, karena seperti yang kita tahu, seorang pembalap pasti akan berusaha,” ujar Marquez.

Ia juga menyinggung protokol medis MotoGP yang semakin ketat dalam beberapa tahun terakhir. Menurutnya, apabila seorang pembalap telah dinyatakan fit, berarti kondisinya dinilai aman untuk kembali berkompetisi.

Jadi ya, jika Martin berada di lintasan balap, dia pasti akan melaju dengan cepat, tambahnya.

Kedua pembalap sebelumnya terlibat persaingan sengit dalam Sprint Race MotoGP Australia di Phillip Island. Pertarungan tersebut berakhir setelah Martin melakukan kesalahan yang membuat Marquez berhasil meraih kemenangan sekaligus merebut posisi puncak klasemen kejuaraan dunia.

Ketika ditanya apakah statusnya sebagai pemimpin klasemen mengubah pendekatan mentalnya menghadapi balapan, Marquez menegaskan tidak ada perubahan dalam prinsip yang selama ini diterapkannya.

"Nol. Maksud saya, mentalitasnya tetap sama seperti biasanya, berusaha memberikan 100 persen kemampuan kami," katanya.

Namun, ia mengakui bahwa memasuki fase akhir kejuaraan merupakan waktu yang tepat untuk mengambil risiko demi mempertahankan peluang meraih gelar juara dunia.

“Memang benar bahwa kami berada di titik musim ini di mana saatnya untuk mengambil risiko, seperti yang saya lakukan di Australia,” ungkapnya.

Marquez menegaskan akan berusaha tampil maksimal dalam setiap sesi dan balapan, sekaligus mengukur kemampuan kebersamaan menghadapi kompetisi dari dua pembalap tim pabrikan Aprilia.

Mengenang persaingan di Phillip Island, Marquez menyebut kondisi cuaca juga mempengaruhi pendekatannya dalam Sprint Race. Hujan yang turun pada pagi hari membuatnya tetap segar untuk menghadapi sesi tersebut sehingga mampu tampil agresif.

Ia mengaku memiliki kecepatan yang hampir setara dengan Martin dan berusaha mengendalikan balapan tanpa mengambil risiko berlebihan. Namun, Martin memberikan perlawanan ketat hingga keduanya terlibat duel menarik.

Marquez menilai berakhirnya balapan dengan tambahan 12 poin menjadi hasil penting dalam persaingan kejuaraan dunia.

Kemenangan tersebut membuat Marquez unggul 10 poin dari Martin di klasemen sementara. Selisih itu sempat berpeluang bertambah setelah Martin dinyatakan tidak fit untuk mengikuti balapan utama pada Minggu.

Namun, Grand Prix Australia hari Minggu akhirnya dibatalkan akibat kondisi jarak pandang yang buruk sehingga helikopter medis tidak dapat beroperasi.

Dengan demikian, keunggulan 10 poin Marquez atas Martin tetap bertahan menjelang seri MotoGP Malaysia di Sepang. Kondisi cuaca yang berpotensi menimbulkan hujan juga diperkirakan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan persaingan akhir pekan ini.


BERITA TERKAIT