Tiga Pembalap MotoGP Tolak Tanda Tangani Surat Desakan Pembatalan GP Qatar
GP Qatar.(poto/net)
Jakarta, Satuju.com - Tiga pembalap MotoGP, yakni Marco Bezzecchi, Ai Ogura, dan Johann Zarco, diketahui tidak ikut menandatangani surat yang ditujukan kepada pihak penyelenggara kejuaraan untuk mendesak pembatalan Grand Prix Qatar. Surat tersebut ditandatangani oleh 19 pembalap lainnya di tengah meningkatnya kekhawatiran terkait keselamatan penyelenggaraan balapan.
Surat itu diserahkan kepada pihak MotoGP Group pada Minggu. Isinya meminta penyelenggara bertanggung jawab penuh jika terjadi sesuatu selama gelaran GP Qatar atau mengambil keputusan untuk membatalkan balapan.
Namun, tuntutan tersebut dilaporkan tidak mendapat tanggapan. Situasi semakin memanas setelah Yamaha mengumumkan pengunduran diri dari seri Qatar dengan alasan mengikuti imbauan perjalanan dari pihak perusahaan.
MotoGP kemudian dikabarkan mengancam akan menjatuhkan sanksi olahraga kepada Yamaha karena dianggap melanggar perjanjian dengan penyelenggara. Para pembalap juga telah mendapat peringatan mengenai kemungkinan hukuman jika melakukan aksi boikot.
Jurnalis asal Spanyol, Mela Chercoles, mengungkapkan bahwa Bezzecchi, Ogura, dan Zarco merupakan tiga pembalap yang tidak menandatangani surat tersebut. Meski begitu, alasan ketiganya tidak membubuhkan tanda tangan belum diketahui pasti.
Chercoles juga menyebutkan bahwa sembilan dari 19 pembalap yang menandatangani surat telah memberi tahu tim masing-masing bahwa mereka akan tetap berangkat ke Qatar.
Ogura mengaku memilih suara profesional dan mengikuti keputusan penyelenggara terkait pelaksanaan balapan.
"Sejujurnya, saya tidak terlalu peduli. Maksud saya, saya seorang pembalap. Jika ada balapan, tugas saya adalah membalap. Jadi, bagi saya, masalahnya cukup sederhana. Kita lihat saja nanti," ujar Ogura kepada TNT Sports.
Sementara itu, Bezzecchi menyatakan kepercayaannya terhadap pihak penyelenggara MotoGP yang selama ini mengelola kejuaraan dan memperhatikan aspek keselamatan pembalap.
"Dari sisi saya, saya sangat memercayai pihak penyelenggara. Mereka telah mengelola kejuaraan ini selama bertahun-tahun dan selalu mengutamakan keselamatan kami," kata Bezzecchi.
Ia juga menegaskan tidak ingin menghakimi keputusan pembalap lain maupun anggota tim yang memilih untuk tidak berangkat ke Qatar.
Di sisi lain, Marc Marquez dan Alex Marquez termasuk pembalap yang cukup vokal menanggapi polemik tersebut. Alex, yang dipastikan absen dari seri Qatar untuk menjalani operasi bahu, menilai keputusan TNT Sports untuk tidak hadir di Lusail merupakan langkah yang tepat.
Marc Marquez sendiri memilih untuk tidak memberikan banyak komentar ketika ditanya mengenai situasi tersebut.
“Itu bukan di tangan kami, tetapi saya tidak ingin memberikan pendapat saya,” ujarnya.
Jorge Martin Ikut Tanda Tangani Surat
Nama Jorge Martin juga termasuk dalam daftar pembalap yang menandatangani surat tersebut. Hal ini menjadi perhatian karena Martin saat ini tertinggal 44 poin dari pemuncak klasemen dan berpotensi kehilangan kesempatan memangkas selisih poin apabila balapan dibatalkan.
Hingga kini, para pembalap masih menunggu perkembangan situasi sebelum memutuskan berangkat ke Qatar. Ketidakpastian tersebut bahkan membuat pihak MotoGP mengadakan konferensi pers pra-balapan selama beberapa jam.
Keputusan Yamaha untuk mundur dari GP Qatar dipastikan membuat empat pembalap tidak mengikuti seri tersebut. Jumlah peserta yang berpotensi kembali berkurang jika pembalap lain yang mengalami cedera juga memutuskan mundur tanpa adanya pengganti.
Situasi ini membuat kepastian penyelenggaraan Grand Prix Qatar masih menjadi perhatian menjelang pelaksanaan balapan.
Tag: MotoGP, Grand Prix Qatar, Marco Bezzecchi, Ai Ogura, Johann Zarco, Jorge Martin, Marc Marquez, Alex Marquez, Yamaha, Balap Motor
