Jalan Toboali-Sadai Rusak Dua Pekan, Kiki Lim Desak Pemerintah Bertindak Sebelum Ada Korban
Jalan Toboali-Sadai di Parit Tujuh rusak lebih dari dua pekan. Kiki Lim mendesak pemerintah segera memperbaiki sebelum jatuh korban.(poto/ist)
BANGKA SELATAN, Satuju.com – Kerusakan Jalan Raya Toboali-Sadai di kawasan Parit Tujuh, Desa Kaposang, Kecamatan Toboali, Kabupaten Bangka Selatan, mulai mengancam keselamatan pengguna jalan. Lubang yang terus membesar selama lebih dari dua pekan kini menjadi sorotan Ketua DPD KNPI Bangka Selatan, Lucky Destaranda alias Kiki Lim.
Kiki Lim meminta pemerintah dan instansi terkait segera mengambil tindakan. Menurutnya, kerusakan badan jalan tersebut tidak boleh dibiarkan hingga menimbulkan kecelakaan dan merugikan masyarakat.
Ia menyoroti kondisi jalan itu pada Senin (2/11/2026). Kiki menyebut kerusakan awalnya hanya berupa lubang kecil, tetapi kini semakin melebar dan berpotensi membahayakan pengendara.
“Jalan ini sudah lebih dari dua minggu kondisinya berlubang. Awalnya memang kecil, tetapi sekarang lubangnya semakin membesar,” ujar Kiki Lim.
Ia menilai, Jalan Raya Toboali-Sadai merupakan akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Karena itu, kerusakan infrastruktur tersebut membutuhkan penanganan segera, bukan sekadar menunggu laporan atau keluhan warga.
Risiko kecelakaan semakin besar ketika malam hari dan saat hujan. Pengendara, khususnya sepeda motor, berpotensi tidak melihat lubang akibat keterbatasan jarak pandang maupun kondisi jalan yang tertutup genangan air.
Kiki menegaskan, pemerintah harus mengutamakan keselamatan masyarakat dengan memperbaiki kerusakan sebelum kondisinya semakin parah.
“Saya berharap kepada pihak pemerintah agar bisa segera melakukan perbaikan jalan ini sebelum terjadi kecelakaan. Jangan sampai kita menunggu ada korban terlebih dahulu baru dilakukan penanganan,” tegasnya.
Menurutnya, pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur jalan tidak cukup hanya berorientasi pada kenyamanan. Pemerintah juga memiliki tanggung jawab memastikan akses transportasi masyarakat tetap aman dan layak dilalui.
Sorotan Ketua DPD KNPI Bangka Selatan tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi instansi berwenang agar lebih responsif terhadap kerusakan infrastruktur yang berpotensi mengancam keselamatan publik.
Kini, masyarakat menantikan langkah konkret pemerintah untuk menangani lubang di Jalan Raya Toboali-Sadai, khususnya di kawasan Parit Tujuh, Desa Kaposang.
Jangan sampai perbaikan baru dilakukan setelah kecelakaan terjadi. Keselamatan pengguna jalan semestinya menjadi alasan utama pemerintah bertindak sejak dini.
