GP Qatar Terancam Pecahkan Rekor Starter Paling Sedikit dalam Sejarah MotoGP
GP Qatar.(poto/net)
Jakarta, Satuju.com – Grand Prix (GP) Qatar akhir pekan ini berpotensi mencatatkan rekor baru dalam sejarah MotoGP. Bukan karena persaingan di lintasan, melainkan jumlah pembalap yang tampil di starting grid diperkirakan menjadi yang paling sedikit sepanjang sejarah kejuaraan tersebut.
Situasi ini dipicu oleh persetujuan sejumlah waktu untuk berangkat ke Qatar di tengah kondisi keamanan di kawasan Timur Tengah. Tim pabrikan Yamaha dan tim satelit Pramac Yamaha dipastikan tidak mengambil bagian dalam seri yang berlangsung di Sirkuit Lusail tersebut.
Keputusan itu membuat empat posisi di grid awal dipastikan kosong. Fabio Quartararo dan Alex Rins dari Yamaha, serta Jack Miller dan Toprak Razgatlioglu dari Pramac Yamaha, tidak akan mengikuti balapan.
Keputusan dari keputusan tersebut juga membayangi kedua tim. Penyelenggara MotoGP, MGPSEG yang dipimpin mantan bos Dorna, Carmelo Ezpeleta, termasuk telah menyiapkan ancaman sanksi berupa larangan tampil pada dua seri terakhir musim ini, yakni GP Portugal dan GP Valencia.
Selain empat pembalap Yamaha dan Pramac, Alex Marquez dari Gresini Ducati juga dipastikan absen. Adik Marc Marquez tersebut sebelumnya termasuk pembalap yang vokal menyuarakan pendapat terhadap keputusan melanjutkan GP Qatar di tengah situasi keamanan kawasan Timur Tengah yang belum menuntu.
Alex memilih menjalani operasi bahu di Madrid, Spanyol, pada Selasa (2/11). Kondisi kesehatannya menjadi alasan ketidakhadirannya di Lusail. Berbeda dengan Yamaha dan Pramac, ketidakhadiran Alex tidak berkaitan dengan keputusan pembalap untuk memboikot seri tersebut.
Kondisi ini juga membuka kemungkinan sejumlah pembalap lain tidak tampil dengan pertimbangan kesehatan. Mereka adalah Fermin Aldeguer (Gresini Ducati), Joan Mir (Honda), Raul Fernandez (Trackhouse Aprilia), dan Jorge Martin.
Apabila pembalap keempat tersebut ikut absen, jumlah pembalap yang tidak mengaspal akan mencapai sembilan orang. Dengan total 22 pembalap reguler, GP Qatar hanya akan diikuti 13 pembalap, sehingga berpotensi menjadi balapan dengan jumlah starter paling sedikit dalam sejarah MotoGP.
Di antara para pembalap yang menghadapi situasi sulit tersebut, Jorge Martin menjadi salah satu yang paling dilematis. Pasalnya, ia masih menjadi pesaing tersisa Marc Marquez dalam perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026.
Saat ini, Martin tertinggal 44 poin dari Marquez. Keputusan untuk tidak mengikuti GP Qatar dapat berdampak besar terhadap peluangnya mempertahankan kompetisi hingga dua seri terakhir.
Di sisi lain, jika Martin memilih absen, peluang Marquez untuk mengunci gelar juara dunia 2026 akan semakin terbuka. Pembalap Spanyol tengah memburu gelar kedelapannya di kelas premier, yang akan melampaui koleksi tujuh gelar Valentino Rossi dan menyamai rekor delapan gelar GP500 milik Giacomo Agostini.
Tanpa kehadiran Martin, Marquez memastikan gelar juara dunia di Qatar apabila mampu mengumpulkan sedikitnya 30 poin dari total maksimal 37 poin yang tersedia. Poin tersebut berasal dari sprint race dengan maksimal 12 angka dan balapan utama dengan maksimal 25 angka.
Oleh karena itu, keikutsertaan Martin di Lusail memiliki arti penting bagi persaingan perebutan gelar. Jika tetap turun balapan, target utamanya adalah menjaga kepastian gelar Marquez sekaligus menjaga peluang juara dunia hingga GP Portugal, bahkan seri pamungkas di Valencia.
Dengan berbagai persoalan yang membayangi, GP Qatar kini bukan sekedar menjadi pertarungan memperebutkan kemenangan. Seri tersebut juga berpotensi menjadi salah satu balapan paling tidak biasa dalam sejarah MotoGP, baik dari jumlah peserta maupun dampaknya terhadap perebutan gelar juara dunia 2026.
