TNI Jelaskan Pengerahan Prajurit ke Jakarta, Sebut Berstatus Siaga 3
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas
Jakarta, Satuju.com – Tentara Nasional Indonesia (TNI) memberikan penjelasan terkait pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke Jakarta untuk mempertebal pengamanan. TNI menyebut pengerahan tersebut merupakan bagian dari kondisi kesiapsiagaan normal atau Siaga 3.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas mengatakan, Siaga 3 merupakan tingkat kesiapsiagaan militer paling dasar. Dalam kondisi tersebut, aktivitas satu orang tetap berjalan normal seperti biasa, tetapi prajurit dikenakan sejumlah kekuatan.
“Pengerahan dalam keadaan normal, di mana perlunya tingkat kesiapsiagaan militer dibagian menjadi tiga tingkatan utama,” ujar Muhammad Nas saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, salah satu pihak dalam status Siaga 3 adalah prajurit tidak diperbolehkan meninggalkan kota tempat mereka bertugas.
“Misalnya tidak mengizinkan meninggalkan kota tempat tugas,” katanya.
Nas kemudian menjelaskan bahwa Siaga 2 merupakan tingkat kesiapsiagaan yang lebih tinggi. Pada kondisi ini, sebagian pasukan sudah berada dalam posisi siaga dengan pengawasan dan kesiapan yang lebih ketat.
Sementara itu, Siaga 1 merupakan tingkat kesiapsiagaan tertinggi. Kondisi tersebut diterapkan ketika militer harus berada dalam keadaan siaga penuh untuk merespons eskalasi situasi darurat.
“Seperti konflik global/regional atau untuk menguji cepat kesiapan pasukan dan material, termasuk melalui satuan seperti Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana Alam (PRCPB) di tiap Kodam,” jelasnya.
TNI Sebut Pengerahan Pasukan sebagai Bagian dari Tugas Negara
Sebelumnya, TNI telah memberikan keterangan mengenai kabar pengerahan prajurit dalam jumlah besar ke wilayah DKI Jakarta. Pengerahan tersebut disebut sebagai bagian dari pelaksanaan tugas negara untuk melindungi bangsa dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pengerahan pasukan merupakan hal yang biasa dilakukan karena TNI dituntut selalu siap siaga untuk melindungi segenap bangsa dan menjaga keutuhan NKRI, selalu siap melaksanakan tugas berpedoman peraturan-undangan yang berlaku,” kata Muhammad Nas, Rabu (4/11/2026), seperti dilansir Antara.
Meski demikian, TNI belum menjelaskan secara rinci tujuan khusus pengerahan tersebut, termasuk jumlah personel yang dikirim ke ibu kota.
Muhammad Nas juga sempat ditanyai mengenai dugaan pengerahan pasukan untuk mengantisipasi aksi pembekuan dalam waktu dekat. Namun, ia tidak memberikan tanggapan terkait pertanyaan tersebut.
Informasi mengenai pengerahan personel dari tiga matra TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara, sebelumnya beredar. Salah satu matra yang disebut mengerahkan prajurit adalah TNI Angkatan Laut.
Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama TNI Tunggul juga telah dimintai konfirmasi mengenai informasi tersebut. Namun, hingga berita ini disusun, belum ada jawaban yang diberikan.
