Kena Penalti, Veda Ega Pratama Start dari Posisi ke-14 Moto3 Qatar 2026

Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama

Jakarta, Satuju.com – Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menghadapi tantangan berat pada balapan Moto3 Qatar 2026. Ia harus memulai balapan dari posisi ke-14 setelah menerima hukuman akibat pelanggaran saat sesi latihan bebas pertama (FP1).

Sanksi tersebut membuat Veda turun dua baris dari posisi start yang seharusnya diperoleh berdasarkan hasil kualifikasi. Balapan Moto3 Qatar 2026 berlangsung di Sirkuit Lusail, Minggu (8/11/2026), mulai pukul 20.00 WIB atau 16.00 waktu setempat.

Meski harus start dari posisi yang kurang menguntungkan, pembalap berusia 17 tahun itu memiliki modal positif berupa kecepatan yang ditunjukkannya pada kualifikasi kedua (Q2).

Veda mencatatkan kecepatan rata-rata 241,7 km/jam dan menempati peringkat kedua dalam catatan tersebut. Sementara itu, kecepatan tertingginya mencapai 245,4 km/jam.

Veda mengakui posisi start tersebut menjadi tantangan tersendiri. Namun, pembalap asal Gunungkidul, Yogyakarta, itu menegaskan siap memberikan kemampuan terbaiknya untuk bersaing dalam balapan.

"Balapan ini akan menjadi tantangan baru, terutama karena harus start dari posisi ke-14 akibat hukuman tersebut, tetapi saya siap memberikan yang terbaik dan berjuang sekeras mungkin," kata Veda dalam rilis Honda Team Asia.

"Mari kita lihat apa yang bisa kita raih di bawah sorotan lampu," ujarnya.

Manajer Honda Team Asia, Hiroshi Aoyama, juga mengakui bahwa hukuman tersebut membuat peluang Veda untuk bersaing di barisan depan menjadi lebih sulit.

Kendati demikian, Aoyama tetap optimistis anak asuhnya mampu menunjukkan kecepatan sejak awal balapan. Menurutnya, start yang baik dan kemampuan mengejar pemimpin terdepan akan menjadi faktor penting bagi Veda.

“Karena sanksi tersebut, Veda harus memulai balapan dari posisi ke-14 besok, yang tentu saja tidak ideal untuk bersaing di barisan depan,” ujar Aoyama.

“Namun, jika ia mampu menunjukkan kecepatan yang mumpuni sejak awal dan melakukan start yang baik, saya yakin ia memiliki potensi untuk mengejar ketertinggalan dan bersaing meraih posisi lima besar,” lanjutnya.

Aoyama menambahkan, persaingan diperkirakan berlangsung ketat karena kecepatan sebagian besar pembalap relatif berimbang. Kondisi tersebut membuat peluang setiap pembalap masih terbuka, bergantung pada strategi dan performa sepanjang balapan.

Hukuman yang diterima Veda juga berdampak terhadap posisi pembalap Honda lainnya. Adrian Fernandez dari Leopard Racing menjadi satu-satunya pembalap Honda yang berhasil mengamankan posisi start di 10 besar.

Veda kini menuntut memaksimalkan kecepatan dan melakukan start dengan baik untuk memperbaiki posisi. Target lima besar yang disampaikan Aoyama menjadi tantangan tersendiri bagi pembalap muda Indonesia tersebut di Sirkuit Lusail.


BERITA TERKAIT