Indonesia Diprediksi Lahirkan 8 Juta Orang Kaya Baru hingga 2036, Asia Jadi Pusat Pertumbuhan Kemakmuran Dunia
Ilustrasi grafik.(poto/net)
Jakarta, Satuju.com – Indonesia diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan kelompok Orang Kaya Baru (OKB) terbesar di dunia dalam satu dekade mendatang. Berdasarkan laporan terbaru World Data Lab, jumlah masyarakat kaya di Indonesia diperkirakan bertambah sekitar 8 juta orang hingga tahun 2036.
Proyeksi tersebut menjadi bagian dari perubahan peta kemakmuran global. Pertumbuhan kelompok masyarakat berdaya beli tinggi kini semakin bergeser dari negara-negara Barat menuju kawasan Asia yang menunjukkan perkembangan ekonomi cukup pesat.
Mengutip laporan World Data Lab, Minggu (8/11/2026), saat ini terdapat sekitar 323 juta orang dalam kelompok kaya baru di seluruh dunia dengan total pengeluaran mencapai US$25 triliun.
Meski hanya mencakup sekitar 4 persen dari populasi global, kelompok tersebut mencapai hingga 36 persen dari total konsumsi dunia. Angka ini menunjukkan besarnya pengaruh masyarakat kelas menengah atas terhadap perputaran ekonomi global.
Sebagai perbandingan, kelompok jutawan superkaya yang diperkirakan berjumlah 55 juta orang memiliki total pengeluaran sekitar US$10 triliun pada tahun 2026.
Data tersebut menunjukkan bahwa kekuatan konsumsi global tidak hanya bertumpu pada miliarder dan jutawan, tetapi juga semakin ditentukan oleh jutaan masyarakat kelas menengah atas yang memiliki kemampuan belanja tinggi.
Asia Jadi Pusat Pertumbuhan Orang Kaya Baru
Perubahan komposisi konsumen global diperkirakan akan semakin terlihat dalam sepuluh tahun mendatang. Negara-negara berkembang, khususnya di Asia, berpotensi menjadi sumber utama pertumbuhan konsumen produk premium dan barang bermerek.
Dalam proyeksi World Data Lab, India diperkirakan mencatat penambahan 41 juta orang kaya baru hingga 2036. China menyusul dengan 28 juta orang, sementara Indonesia diproyeksikan bertambah 8 juta orang.
Pertumbuhan juga diperkirakan terjadi di Mesir sebanyak 9 juta orang dan Turki sekitar 7 juta orang. Sementara itu, Amerika Serikat masih mencatatkan proyeksi peningkatan yang cukup besar, yakni 29 juta orang.
World Data Lab mendefinisikan kelompok masyarakat kaya berdasarkan tingkat pengeluaran lebih dari US$130 per hari dengan perhitungan paritas daya beli atau paritas daya beli (PPP).
Kategori tersebut tidak hanya mencakup individu dengan kekayaan luar biasa, seperti pemilik jet pribadi atau properti mewah. Masyarakat yang mampu membeli kendaraan premium, produk bermerek, serta melakukan perjalanan wisata secara rutin juga dapat masuk ke dalam kelompok tersebut.
Peluang Besar bagi Dunia Usaha
Pertumbuhan kelompok OKB diperkirakan membawa perubahan terhadap strategi bisnis dan arah pasar internasional. Perusahaan global tidak lagi hanya fokus pada pasar negara-negara maju, tetapi juga mulai melihat potensi konsumsi di negara-negara berkembang.
Meskipun negara-negara anggota OECD masih menjadi sumber penting pendapatan dunia usaha saat ini, pertumbuhan konsumen berdaya beli tinggi dalam satu dekade mendatang diperkirakan semakin banyak berasal dari Asia.
Bagi Indonesia, proyeksi penambahan 8 juta orang kaya baru tersebut membuka peluang bagi berbagai sektor usaha, mulai dari otomotif, properti, pariwisata, produk gaya hidup, hingga industri barang mewah.
Namun, besarnya peluang tersebut juga menuntut dunia usaha untuk mengambil perubahan pola konsumsi masyarakat serta menyiapkan produk dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Dengan pertumbuhan kelas menengah atas yang terus berkembang, Indonesia berpotensi memainkan peran yang semakin besar dalam peta konsumsi global sekaligus menjadi salah satu pasar penting bagi industri internasional hingga tahun 2036.
