satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Sungai Menghitam dan Berbau Tak Sedap,

Diduga PT. IIS Membangun II. Sengaja Membuang Kotoran Hitam yang Kental dan Bau ke Sungai Godang

Air Sungai Godang di Pelalawan Menghitam dan Berbau tak Sedap

SATUJU.COM PELALAWAN – Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit, PT. Inti Indosawit Subur (PT.IIS) Perkebunan Buatan II, dengan nomor anggota RSPO 1-0022-06-000-00, yang beroperasi di Desa Lalang Kabung, Kecamatan Pelalawan, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, diduga sengaja melakukan Dumping Hitam Putih Kotoran. berbau ke Sungai Godang.

Informasi dari masyarakat yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa Pabrik PKS PT. IIS Kebun Buatan II, diduga sengaja membuang limbah cair berwarna hitam pekat ke Sungai Godang dan berdasarkan informasi yang diterima, hal itu sudah beberapa kali terjadi.

Untuk mengetahui kebenaran informasi tersebut, beberapa awak media langsung mendatangi Lokasi.

Di lokasi ditemukan, air di Sungai Godang berwarna hitam pekat dan mengeluarkan bau tak sedap.

Ditempat berbeda, awak media juga menemukan, Permohonan Pertanahan (LA) milik PT. IIS yang terletak di kawasan Taman Simpang Perak (KSP), diduga meluap ke salah satu parit di simpang perak Desa Lalang Kabung. Sehingga air di parit menjadi hitam dan mengeluarkan bau yang tidak sedap.

Plt Kepala Desa Lalang Kabung, Erwin Siswandi, saat dimintai tanggapannya terkait dugaan pembuangan kotoran ternak dari PT. IIS dan berwarna hitam juga berbau mengalir ke Sungai Godang.

Erwin mengatakan kepada awak media, Informasinya perusahaan akan membangun kolam penampungan.

”Ya, katanya PT. IIS ingin membangun kolam penampungan, agar air limbah pabrik tidak meluap ke Sungai Godang. Itu juga instruksi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan. Tapi sampai sekarang belum dibangun, mungkin masih dalam proses,” kata Erwin Siswandi menjelaskan.

Sementara itu, Humas PT. iIS, Nanda, saat dikonfirmasi Tim Redaksi Satuju.com melalui nomor WhatsApp pribadinya, masih Bungkam terkait Permasalahan tersebut.

(Red)