satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : sarupo

Dugaan Sebelas Sekolah di Siak Simpan Dana Bos Rekening Pribadi

Dana Bos Teks poto : ilustrasi

SIAK, (Riau) - Sebelas sekolah, di temukan dalam laporan Pemeriksaan keuangan Republik Indonesia tahun 2019 terdiri dari Enam Sekolah dasar (SD) dan Lima sekolah menengah pertama Negeri (SMP) menyimpan uang dana BOS sebesar Rp.290.532.745.00. dalam rekening pribadi maupun dirumah.

Hasil Investigasi tim media, beberapa sekolah mengakui hal tersebut SDN 01 sungai apit, melalui Kepala sekolah N, memang benar audit BPK itu tapi ada keterlambatan datang buku pesanan di tiga serangkai, sehingga dana kami simpan, dan di ketahui oleh dinas pendidikan,  apalagi sekretaris dinas pendidikan masih saudara artinya semua di ketahui nya,"kata Kepsek. 

Hal yang sama di sampaikan kepala sekolah SDN 05 Pusako. dana itu bukan dana bos, dana afirmasi dan kinerja, mang benar dana itu masuk tahun 2019, karna keterlambatan bahan buku dari tiga serangkai, maka di cairkan tahun berikutnya 2020, semau sudah di ketahui dinas pendidikan,"jelas kepala sekolah. 

Ketika tim media bertanya kenapa tidak beli buku di tempat lain?

Apakah ada fee di tiga serangkai?

Kepala sekolah mengakui adanya fee dari pembelian buku. 

" Ada tapi tidak banyak,"ungkap Kepsek N ngakuinya. 

Begitu juga dengan SMP satap mempura desa Niur.alasan keterlambatan bahan buku yang di beli dan menyimpan dana bos di rumah. Saya melakukan itu karna ada info dari tempat kami ambil buku dan dinas juga mengetahui nya, "jelas kepsek SMP N satap Mempura.

Berdasarkan hasil wawancara petugas BPK RI tahun 2019 dengan kepala sekolah dan bendahara Bantuan Operasional sekolah (BOS) di beberapa sekolah dasar (SDN) dan sekolah menengah pertama (SMPN) Kabupaten Siak Provinsi Riau, menunjukkan bahwa terdapat dana BOS yang disimpan di rumah dan Rekening pribadi kepala sekolah dan bendahara BOS, menunjukkan bahwa terdapat Enam Sekolah Dasar (SD) yang menyimpan uang dana BOS dalam bentuk tunai di atas Rp 10.000.000. dengan total Rp 172.565.400.00 dan Lima Sekolah Menengah Pertama (SMP)  dengan total 117.967.345.00, sebagaimana terdapat dalam tabel LHP RI.

Dalam Audit BPK RI 2019 yang di keluarkan tanggal 23 Juni 2020 masih tertulis dalam data.(Tim)