satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : sarupo

Pokja 1 ULP Babel Dituding Kontraktor Atur Proyek Pembangunan Jembatan Delas Ini Klarifikasinya

Pangkalpinang - Terkait pemberitaan dibeberapa media online yang menuding  pokja 1 ULP Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Prov Kep Babel) telah mengatur dan mengarahkan pemenang lelang kepada salah satu perusahaan kontraktor di proyek pembangunan jembatan desa Delas Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dengan pagu dana 3,5 miliar. 

Tim Pokja 1 ULP Prov Kep Babel bernama Nanda sempat disebut dalam pemberitaan tersebut syarat dengan kongkalikong dan dituding sebagai orang yang menentukan pemenang lelang proyek pembangunan jembatan desa Delas. 

Kepada Pers Babel, Nanda menyampaikan klarifikasinya dan membantah keras tudingan tersebut, justru ia menegaskan bahwa dirinya tidak mempunyai kapasitas/kuasa untuk menentukan perusahaan pemenang lelang proyek pembangunan jembatan desa Delas.


Dirinya  sangat menyesalkan tudingan pemberitaan yang dialamatkan secara langsung  kepada dirinya dan itu sangat merugikan nama baiknya. 

Menurutnya pemberitaan tersebut lebih cenderung memfitnah tanpa dapat dibuktikan dengan data dan fakta oleh narasumber, justru menurutnya pemberitaan tersebut bentuk dari penekanan/intervensi kepada pihak pokja 1 ULP Prov Kep Babel bahwa perusahaan yang dinyatakan tidak sebagai pemenang/kalah seolah-olah diback up oleh oknum pegiat pers/wartawan, padahal sesuai dengan yang tertuang didalam Standar Dokumen Pemilihan Secara Elektronik jelas disebutkan bahwa Para pihak dilarang mempengaruhi atau melakukan intervensi kepada Pokja Pemilihan selama proses evaluasi.

Ditegaskannya, hasil Tender Proyek Pembangunan Jembatan Delas bukan sebagai hasil Kongkalikong tapi berdasarkan hasil evaluasi pemenuhan PT. MSM terhadap persyaratan yang ditetapkan oleh PPK kegiatan tersebut. Syaratnya juga tidak ada yang mengada - ada, sudah sesuai dengan ketentuan yang berlaku. 

Nanda, mengungkapkan bahwa sebelum dilakukan pengumuman bagi perusahaan kontraktor yang layak dan memenuhi syarat ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek pekerjaan tersebut, ditegaskannya sudah melalui tahapan proses pemeriksaan, koreksi dan evaluasi dokumen penawaran lelang dan sampai ke tahap verifikasi dan validasi langsung kebenaran data kepada perusahaan yang memberi dukungan dan lainnya dan sudah sesuai dengan yang tercantum didalam Standar Dokumen Pemilihan Secara Elektronik pekerjaan tersebut. Dan semua tahap tersebut dilakukan bersama dengan tim yang ada didalam pokja 1 ULP Prov Kep Babel. 

" Sekali saya tegaskan bahwa saya secara pribadi tidak mempunyai kapasitas untuk memenangkan perusahaan yang ikut didalam proyek lelang pembangunan jembatan tersebut, tudingan itu fitnah yang merugikan diri saya, apalagi diistilahkan sebagai KINGMAKER, tolong yang ngomong itu jangan asal ngomong buktikan kalau saya menentukan perusahaan yang dimenangkan, dan keputusan penetapan pemenang merupakan keputusan tim berdasarkan fakta hasil evaluasi , " tegas Nanda saat menghubungi Pers Babel, Sabtu (17/04/2021). 


Lanjutnya, panitia pokja 1 ULP Prov Kep Babel telah bekerja secara baik dan benar, tentunya dalam melakukan tahapan pemeriksaan evaluasi dokumen penawaran peserta lelang berpedoman dengan ketentuan teknis dan aturan hukum. 

Bahkan hasil evaluasi penetapan pemenang lelang publik bisa melihat dan mengetahui di website https://lpse.babelprov.go.id/eproc4/evaluasi/5173086/hasil.

Ketika Pers Babel, menanyakan mengapa perusahaan PT Sinar Matahari Abadi (PT SMA) sebagai penawaran terendah Rp 3,25 miliar tidak ditetapkan sebagai pemenang, justru perusahaan PT Mawar Sari Mandiri (PT MSM) dengan penawaran terendah kedua dengan harga Rp 3,37 miliar, padahal menurut keterangan dari PT SMA sama-sama mendapatkan dukungan peralatan tiang pancang dari perusahaan yang sama yakni CV Bumi Perkasa Pratama. 

Diungkapkan oleh nanda, bahwa memang benar PT SMA dan PT MSM mendapatkan dukungan peralatan yang sama dari perusahaan CV Bumi Perkasa Pratama, namun dari pemeriksaan evaluasi dan verifikasi dan validasi dokumen penawaran terhadap kedua perusahaan tersebut diragukan keabsahannya bukti kepemilikan peralatan diduga 'aspal' (asli tapi palsu) dan tidak bisa dibuktikan keasliannya sehingga tim pokja 1 ULP Babel menetapkan surat dukungan peralatan tersebut tidak memenuhi syarat-syarat dalam ketentuan teknis dalam dokumen lelang. 

" nah.. perusahaan PT Mawar Sari Mandiri didalam dokumen penawarannya mempunyai dua surat dukungan peralatan dari perusahaan berbeda, walaupun surat dukungan dari CV Bumi Perkasa Pratama tidak memenuhi syarat tapi PT Mawar Sari Mandiri masih ada surat dukungan peralatan dari perusahaan lain yang memenuhi persyaratan untuk ditetapkan sebagai pemenang lelang proyek pekerjaan tersebut, Semua tertuang didalam Berita Acara Hasil Pemilihan yang diunggah didalam aplikasi LPSE Prov Kepulauan Bangka Belitung, bahkan jawaban atas sanggah yang dilayangkan oleh PT SMA sudah kami jawab secara jelas dan sudah kami unggah didalam Berita Acara Sanggah," ungkap Nanda. 

Nanda, mengungkapkan juga bahwa tidak ditemukan bukti adanya persaingan usaha yang tidak sehat dan/atau terjadi pengaturan bersama (indikasi kolusi/persekongkolan) antara peserta , serta tidak ditemukan juga  beberapa badan usaha yang mengikuti tender/lelang yang sama yang dikendalikan baik langsung maupun tidak langsung oleh pihak yang sama. Semua proses tender sudah sesuai dengan Ketentuan Umum Tata Cara Evaluasi yang tertuang didalam Standar Dokumen Pemilihan Secara Elektronik pekerjaan tersebut . 

Selain itu, Nanda mengklarifikasi terkait bahwa dirinya sulit untuk dihubungi oleh wartawan untuk diminta konfirmasinya. 

" Handphone saya ini 24 jam selalu aktif cukup tahu saja sampai saat ini saya tidak pernah dihubungi oleh wartawan yang menaikan pemberitaan diawal-awalnya," pungkasnya.**