satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

HMI Cabang Pekanbaru Laporkan Haslinar atas Dugaan Tindak Pidana Pencucian Uang, Ini Selengkapnya

Ket. Poto : Hj. HASLINER, S.Sos., M.Si

PEKANBARU - HMI Cabang Pekanbaru, menyoroti Kasus suap terkait pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan Tahun Anggaran 2017 dan APBN 2018 dan Penerimaan Gratifikasi senilai 50 Juta serta Fasilitas Kamar Hotel di Jakarta dari Pihak Pengusaha yang telah menyeret Mantan Walikota Dumai (Zulkifli Adnan Singkah) Sebagai Tersangka. 

Dari proses persidangan didapati Perkembangan dan fakta-fakta baru dikalangan masyarakat yang diduga melibatkan Ketua Komisi I DPRD Kota Dumai (Hj. Haslinar) Sebagai istri SAH mantan Walikota Dumai (Zulkifli Adnan Singkah) dalam Penerimaan dan pencucian uang hasil Gratifikasi tersebut. 

Salah satunya penerimaan dari Rahmayani. Bahwa Rahmayani adalah seorang pengusaha yang merupakan pendukung Terdakwa dalam Pilkada Walikota Dumai Tahun 2015. Setelah Terdakwa menjadi Walikota Dumai, Rahmayani juga aktif dalam kegiatan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Dumai yang dipimpin oleh HASLINAR (istri Terdakwa). 

Bahwa kedekatan Rahmayani dengan Terdakwa, memudahkan Rahmayani mendapatkan pekerjaan dalam rangka Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah di lingkungan Pemerintah Kota Dumai pada tahun 2017 dan 2018.

Setelah Rahmayani mendapatkan dan mengerjakan proyek-proyek tersebut, Terdakwa menerima sejumlah dari Rahmayani melalui rekening Bank BRI nomor 0159-01-000914-56-3 atas nama RAHMAYANI, sejumlah Rp900.000.000,00 (sembilan ratus juta rupiah) dengan rincian penyetoran pada tanggal 31 Mei 2018 sebesar Rp700.000.000,00 (tujuh ratus juta rupiah) dan pada tanggal 4 Juni 2018 sebesar Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah). 

Kemudian uang pada rekening tersebut digunakan untuk kepentingan Terdakwa dan HASLINAR (istri Terdakwa) yang diantaranya, pembangunan rumah terdakwa (Zulkifli AS) yang beralamat di Jl. Bundo Kandung, pembelian perabot kamar tidur dirumah terdakwa, pembelian bahan batik di toko mumbay tekstil. 

Dari dugaan tersebut, HMI Cabang Pekanbaru melalui Ketua Umum Heri Kurnia melaporkan dugaan tersebut ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau. Ia juga mengatakan "bahwa melalui laporan ini kita ingin melihat komitmen dan keseriusan Kejati Riau dalam pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, " terang Heri kepada redaksi, Jumat (2/7/21).(Red)