satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : Aditya

Menyentuh Hati, Gadis Kecil Asal Aceh Saat Kehilangan Bunda Karena Covid 19

Lhokseumawe, (Aceh) - Senin, 12 Juli 2020. - Seperti yang kita tahu, virus covid 19 tak juga usai, bukan cuma di Indonesia, bahkan seluruh Dunia merasakan dampak akibat virus Corona.

Seperti yang dialami gadis kecil yang berusia 9 tahun ini, gadis kecil yang kerap dipanggil Geby ini kehilangan bunda, ya bunda panggilan sayangnya kepada kakak perempuan ibunya.

"Saat itu di sekolahnya akan mengadakan Puisi, Geubrina Ceudah Syafida (geby) yang berusia 9 tahun, duduk disekolah kelas empat SD 3 Banda Sakti Lhokseumawe. Geby memiliki dua orang Kakak laki-laki dan satu orang Kakak perempuan, Ayahnya yang bernama Muhammad Syafii bekerja disalah satu rumah sakit Cut Mutia, sedangkan Ibunya guru disekolah SMK Nengri 3.

Saya baru pulang ngajar, anak saya Geby menghampiri saya, dan dia mengatakan jika ada perlombaan puisi disekolah nya, dan dia mengatakan ingin mengikuti puisi tersebut, saat saya tanya dia mau puisi apa? Dia langsung memberikan satu rekaman yang membuat saya sedih dan terharu. Geby menceritakan kejadian beberapa bulan yang lalu.

Orang tua Geby pun memberikan rekaman pada awak media, Puisi yang Geby buat adalah kisah nyata tentang apa yang dia rasa saat covid 19 merampas Bundanya.

"Ini puisi Geby yang sangat menyentuh, waktu itu hari Minggu pukul 8:00 WIB. Geby dengar Mama dapat telepon kalo bunda kakak mama meningal, tiga hari yang lalu Geby dengar bunda dirawat di rumah sakit, terus Mama sama Papa pergi ke rumah bunda, Mama sama Papa gak pulang nginap dirumah bunda untuk mengurus pemakaman bunda. Geby sama Kakak dirumah, tapi besoknya mama ngabari kalo mama gak bisa pulang dulu, Mama harus di Tes Sweb kami cuma bisa nangis dirumah.

Beberapa hari kemudian, Mama sama Papa pulang, katanya Tes Sweb nya negatif. Kami pun berkumpul lagi, tapi beberapa hari kemudian Papa bilang kalo mama harus tes sweb ulang. Geby bingung dan gak tau harus gimana, Geby lihat Mama tiap hari cuma diam, seperti gak punya semangat. Mama lemah pucat, Geby nangis lihat mama. Papa pun bilang mama harus di tes sweb ulang  dan hasilnya positif. Mama terpapar virus corona. kami semua nangis. Geby takut, Geby takut jika ada apa-apa sama Mama,geby terus sholat dan minta sama allah agar allah sehatkan mama,seakan mengingat kejadian itu, gadis kecil itu terisak menangis.

"Kemudian rumah kami diberi pembatas sama Papa. Papa batasin rumah pakai plastik tipis yang lebar, menutup batas komunikasi mama dengan kami, dan papa pun melarang kami dekat dengan mama, papa pun melarang kami keluar rumah. papa bilang, saat ini papa sudah minta izin ke pihak rumah sakit agar kami isolasi mandiri, semua kebutuhan kami dipesan online.

Setiap hari cuma Papa yang bisa dekat dengan Mama. papa mengantarkan makanan minuman dan obat obatan kepada mama, saat merawat mama, papa selalu memakai baju astronot dirumah. 

"Alhamdulillah karena papa merawat mama dengan sangat baik, dan mama pun dinyatakan sembuh. Itu pengalaman Geby yang gak bisa Geby lupakan. awak media yang berkomunikasi melalui via telepon pun menanyakan, ada gak pesan Geby buat teman-teman Geby.

Gadis kecil ini pun langsung menjawab, yaaa bukan cuma buat teman-teman Geby saja, tapi buat Om dan Tante pokoknya, buat semua masyarakat selalu pakai masker, jangan pergi ketempat tempat ramai, harus jaga kebersihan, minum vitamin ya, "ucapnya sembari tertawa.(Red) 

BERITA TERKAIT