Wajib Diketahui, Ini 7 Syarat Sah Puasa Ramadan
Ilustrasi
Satuju.com - Puasa ramadhan berarti puasa yang dilakukan selama 30 hari pada bulan suci ramadhan. Puasa ini merupakan puasa wajib bagi umat Islam yang telah baligh, berakal dan tidak dalam keadaan haid dan nifas.
Dalam ibadah puasa terdapat syarat sah dan wajib puasa wajib dipenuhi oleh setiap umat Islam. Syarat dalam menjalankan puasa wajib dipahami bagi seorang muslim agar dapat menjalankan ibadah dengan baik dan mendapat pahala dari Allah Swt. Berikut syarat sah puasa.
1. Beragama Islam
Kewajiban berpuasa bagi umat Islam tertulis di dalam firman Allah pada Surat Al-Baqarah Ayat 183:
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِ بَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al Baqarah : 183).
2. Balig
Arti balig sudah cukup umur untuk menjalankan ibadah puasa. Tanda balig bagi laki-laki adalah keluarnya cairan sperma dari alat kelamin baik dalam keadaan tidur ataupun terjaga. Sedangkan untuk perempuan adalah apabila sudah menstruasi.
3. Berakal sehat
Orang yang berakal memiliki kewajiban untuk berpuasa. Sedangkan orang dalam gangguan jiwa atau orang gila yang tidak memiliki kewajiban untuk berpuasa.
4. Mampu
syarat puasa yang berikutnya adalah sehat atau mampu. Bagi seseorang yang memiliki penyakit tidak diwajibkan menjalankan ibadah puasa.
5. Tidak dalam perjalanan jauh
Syarat lainnya adalah tidak sedang dalam perjalanan. Dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah ayat 185 telah disebutkan sebagai berikut:
Layanan Pelanggan dan Layanan Pelanggan Layanan Pelanggan yang Dapat Diterima dengan Baik Perlindungan Hutang dan Perlindungan Hutang يَّامٍ اُخَرَؕ يُرِيۡدُ اللّٰهُ بِکُمُ الۡيُسۡرَ وَلَا يُرِيۡدُ بِکُمُ الۡعُسۡرَ Perlindungan Lingkungan yang Dapat Diserap dengan Baik َلَّکُمۡ تَشۡكُرُوۡنَ
Artinya: “Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang didalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Oleh karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.” (QS. Al-Baqarah : 185).
6. Suci
Wanita muslimah yang sedang dalam kondisi halangan atau haid tidak diwajibkan untuk menjalankan puasa, tetapi wajib mengganti atau mengqadha puasanya di waktu lain. Seperti dalam hadis dalam sebuah riwayat, muadzah pernah bertanya kepada sayyidah Aisyah tentang puasa wanita haid, maka Aisyah berkata:
كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلاَ نُؤْمَرُ بِق َضَاءِ الصَّلاَةِ
Artinya: “Kami dulu mengalami haid. Kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan kami tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.” (HR.Muslim).
7. Berniat
Harus memiliki niat dengan tulus dalam menjalankan puasa sebelum fajar mulai, baik dalam hati maupun dengan ucapan.
Berikut doa niat puasa Ramadhan:
Perlindungan Lingkungan dan Perlindungan Lingkungan dan لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban di bulan Ramadhan karena Allah Ta'ala.”

