Pangkalan Militer Israel Digempur Roket Hizbullah

Gempuran Roket Hizbullah

Jakarta, Satuju.com - Lusinan roket mengaku menembaki Hizbullah pada Kamis (27/6/2024) ke sebuah pangkalan militer di Israel utara.

Hal itu disebut sebagai serangan atas Israel ke Nabatiyeh, Lebanon pada Rabu (26/6/2024) lalu.

"Ini sebagai respons terhadap serangan musuh yang menargetkan Nabatiyeh dan desa Sohmor," kata Hizbullah seperti diberitakan AFP.

"Pangkalan pertahanan udara dan rudal komando utama wilayah utara (Israel)... dengan puluhan roket Katyusha," jelas mereka tanpa merinci jumlah roket. 

Dalam keterangan terpisah, Hizbullah mengungkapkan empat anggotanya tewas akibat serangan Israel, salah satunya berasal dari Sohmor, Lebanon.

Mereka juga mengklaim melakukan dua serangan terhadap pasukan Israel, salah satunya dengan pesawat tak berawak.

Terpisah, militer Israel mengungkapkan puluhan serangan terhadap mereka dari Lebanon.

"Sekitar 35 peluncuran diidentifikasi berasal dari Lebanon," kata Israel. "Pertahanan udara berhasil mencegah peluncuran sebagian besar. Tidak ada korban cedera yang dilaporkan," tambahnya.

Mereka juga mengungkapkan serangan udara defensif Israel telah "melenyapkan" tiga anggota Hizbullah, satu di wilayah Sohmor dan dua di selatan negara tersebut.

Militer juga mengatakan bahwa "dua UAV (drone) yang diidentifikasi berasal dari Lebanon jatuh" di Israel utara, dan melaporkan tidak ada korban luka.

Kantor Berita Nasional resmi Lebanon menyerang Israel di beberapa wilayah di Lebanon selatan pada Kamis (27/7), dan mengatakan serangan pada Rabu (26/6) di Nabatiyeh melukai lebih dari 20 orang.

Kekhawatiran semakin meningkat bahwa perang Gaza bisa menjadi kebakaran regional jika konflik Israel-Hizbullah yang selama ini sebagian besar hanya terbatas di wilayah perbatasan malah meluas.

Kementerian Luar Negeri Prancis mengatakan bahwa Paris "sangat prihatin" dengan pertempuran tersebut, dan mengusulkan "semua pihak untuk menahan diri."

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant saat berkunjung ke AS pada Rabu (26/6) mengatakan negaranya tidak menginginkan perang di Lebanon, namun dapat mengirimnya kembali ke "Zaman Batu" jika diplomasi gagal.

Di tengah upaya diplomatik Barat meredakan ketegangan dalam beberapa bulan terakhir, Menteri Luar Negeri Jerman Annalena Baerbock pada Selasa (25/6) mengunjungi Beirut dan menanyakan beberapa hal.

"Kesalahan perhitungan dapat memicu perang habis-habisan," katanya. "Menekan pengendalian diri yang ekstrem."

Konflik Israel-Hizbullah telah menewaskan 485 orang di Lebanon, sebagian besar dari mereka adalah pejuang tetapi juga termasuk 94 warga sipil, menurut sejumlah AFP.

Di pihak Israel, menurut pihak berwenang, sedikitnya 15 tentara dan 11 warga sipil tewas.