Opini
-
Jokowi Sudah Terkena Hukuman Sosial, Tapi Hukum Belum Memanggil
Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik) Satuju.com - Dasar hukum yang bisa penjarakan Jokowi -
Belajar dari Jepang, Korea dan Finlandia: Membenahi Program Makan Bergizi Gratis di Indonesia
Penulis: Prof. (HC) Dr. Pius Lustrilanang, S.Ip., M.Si. Satuju.com - Gelombang kasus keracunan massal di beberapa sekolah penerima -
Studi Hukum Pidana: Peran Sanksi Ultimum Remedium dalam Penegakan Hukum
Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP Satuju.com - "Sebuah cita- cita dan perasaan jika" ambil gelar Program Doktor Hukum -
Pesan Dua Periode Jokowi: Antara Cawe-Cawe Politik dan Bahaya Dinasti
Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik) Satuju.com - Jokowi, mengakui memang mengatakan kepada para -
Prabowo Wajib Bicara, Rakyat Menunggu Kepastian Hukum atas Jokowi
Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik) Satuju.com - Presiden Prabowo mesti menyampaikan alasan -
Egosentrisme dan Egoisme: Ancaman bagi Nilai Pancasila dan Kehidupan Bersama
Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Ikhtisar, Sejuta Retorika dan Teori Analogi Berujung Proposal dan Laba Bersih) Satuju.com - -
NasDem, Sahroni-Nafa Memilih Diam Isu Video 7 Menit, Senjata Politik dan Pembunuhan Karakter
Satuju.com - Isu video 7 menit yang menyeret nama Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach terus berputar di ruang publik. Kabar ini pertama kali -
Mencegah Kegaduhan Publik, Mbak Titik Beri Pencerahan atas Ucapan Jokowi
Penulis: Damai Hari Lubis (Pengamat KUHP) Satuju.com - Sebagai seorang tokoh Nasional Mbak Titik, memang perlu memberikan pelurusan -
Orasi Perdana Prabowo di PBB: Representasi Amanah Konstitusi Indonesia
Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik) Satuju.com - Unik, karena sama dengan bangsa dan negara RI -
Tone Deaf dan Kontroversi: Moral Publik Gibran dalam Sorotan
Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik) Satuju.com - Gibran tidak peka dalam konteks tuduhan










