Bayi Baru Lahir Dibunuh Tentara Israel di Fasilitas Medis PBB Gaza

Tentara Israel di Gaza. (Poto/net).

Jakarta, Satuju.com - Puluhan orang, termasuk bayi yang baru lahir tewas dalam serangan Israel terhadap fasilitas medis PBB di Gaza utara pada hari Rabu (2/4) saat Negeri Zionis melanjutkan serangan barunya ke daerah kantong Palestina itu.

Menurut Kantor Media Pemerintah Gaza, setidaknya, 22 warga sipil tewas dalam serangan Israel, yang menargetkan bantuan yang dijalankan oleh Badan Bantuan dan Pekerjaan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi Palestina (UNRWA).

Seorang bayi yang baru lahir terbunuh akibat serangan itu. Sebuah video mengerikan menunjukkan seorang pria menggendong tubuh bayi itu di luar rumah sakit Indonesia di Beit Lahia setelah serangan itu.

Serangan itu juga menyebabkan kebakaran di gedung itu, yang melindungi keluarga-keluarga terlantar yang melarikan diri dari pemboman Israel setelah rumah-rumah mereka dihancurkan. Kantor media pemerintah Gaza mengutuk serangan itu sebagai "kejahatan perang", dan mengancam masyarakat internasional untuk bertindak.

"Penargetan klinik medis milik badan PBB merupakan kejahatan perang penuh yang membutuhkan akuntabilitas internasional yang mendesak," kata kantor media itu, melansir The New Arab.

Mereka juga mencatat bahwa militer Israel semakin memperluas agresinya. “Kami juga mengecam agresi biadab ini yang dengan sengaja menargetkan fasilitas medis dan tempat perlindungan kemanusiaan,” ujarnya.

Israel mengonfirmasi serangan itu dan mengklaim bahwa mereka menargetkan "pusat komando dan kendali" Hamas, tetapi tanpa memberikan bukti apa pun.

Pasukan militer Israel telah menargetkan total 228 tempat perlindungan bagi warga sipil sejak Oktober 2023. Ini terjadi saat Israel memperbarui perangnya di Jalur Gaza bulan lalu, yang menyebabkan gagalnya gencatan senjata selama 58 hari.

Dalam dua minggu, Israel telah membunuh lebih dari seribu warga sipil di Gaza. Tentara Negeri Zionis itu juga memperluas serangan daratnya pada hari Rabu, dengan mengatakan akan "merebut wilayah yang luas" untuk ditambahkan ke "zona penyangga".

Agresi Israel telah mengumpulkan lebih dari 62.000 warga sipil sejak Oktober 2023, termasuk 11.000 orang yang hilang atau terjebak di bawah yang menurut Kementerian Kesehatan telah terbunuh. Menurut laporan Al Jazeera, pada hari Rabu saja, serangan Israel mencapai 57 warga Palestina.