Bang Kiv dan Refleksi Kejantanan yang Tak Berpura-pura
Ilustrasi. (poto/net).
Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)
Satuju.com - Penulis memanggilnya Bangda, orangnya agak ketus tapi bagi saya biasa, wajar pangkat mayor jendral dan banyak bukti perjuangannya yang tidak omon-omon, bahkan saya kadang dikatakan "pengecut Kau Lubis", biasa itu, karena andai perspektif penakut tentu Beliau gak mau mengajak ngobrol-ngobrol saya ngobrol "serius".
Menurut saya, pribadinya cukup saya pahami, karena lama ikuti perjalanan (biografi) sejarahnya dari berbagai media, dari saat muda dan nyali besarnya terbukti pada peristiwa menyangkut 'sandera' di Moro Filipina, hal ini publik mestinya tahu gak usah terlalu banyak cerita, justru kalau gak tahu 'terwelu', istilah Roy Suryo.
Saya pernah kumpul dalam sebuah grup whattapp. Kadang Beliau beri masukan via japri segaris kalimat (2 kata pendek) yang menginspirasi, termasuk terkait seseorang yang punya gaya "Mao" melalui konsep UU. Desa.
Pesan pendek tersebut penulis lahap sebentar untuk dijadikan sebuah artikel. Pokoknya umum, gak jauh soal 'bahaya laten' ibarat kain sarung mungkin cap belalai.
Jika imajinasi ke gajah', serius pemiliknya "polemik negara nomor 1" bagi Bang Kiv, ini prakira saya, karena Bang Kiv sejak sebelum oknum 'sok gajah gajah an' (baca; sok gagah), sok kuat sok dikte, sok ngarahkan. Padahal jiwanya syok berat saiki, walau berkejelasan diterawang oleh penulis dirinya telah ringkih dan kini bergaya balik pura pura hormat kepada Presiden saat ini, yang Ia pernah curangi pada saat pilpres sekian tahun silam.
Pengidola petruk yang mirip belalai ini, selain post power syndrome mungkin karena dampak banyak dosa dan loyo akibat faktor pengakuan yang publis "dihina hinakan" serendah rendahnya disetiap hela nafasnya oleh sebagian besar publik bangsa ini. Kenapa kok mungkin? Karena sosok ringkih dikenal secara umum, 'kebal rasa malu' dan bohongnya 'ala sapu jagad ', kalau orang betawi bilang, menyebut perangai seseorang yang super buruk, maka diistilahkan kelakian yang 'gak ketulungan'.
Maka ketika penulis simak dari obrolan podcast Beliau, Bang Kiv masih darah segar dan Beliau nyata ikhlas terus mengawal sahabatnya, presiden seluruh bangsa ini, dengan penuh semangat, kontradiktif model menteri atau petinggi eks para juniornya di era kemarin, yang justru turut serta dibarisan "cungkring lover" akibat lupa daratan, sehingga laut pun mereka gadai.
Kalau boleh penulis simpulkan sementara, karena esok hari mana tahu ada koneksivitas dengan video sore hari ini yang penulis dapatkan dari sosok figur yang pernah "satu truk" dengan penulis diatas sebuah truk mokom pada sejarah 9 tahun lalu saat aksi 'turun rame rame' versus "Mr. planga de plongo" dan satu barisan 2019 yang "radikal" mendukung sosok Presiden saat ini.
Andai saja ada sahabat Presiden Prabowo 5 orang look like Bang Kivlan, maka Indonesia segera menjadi bangsa besar di semua sektoral lalu bakal disegani negara negara di dunia.

