Dinamika Kontroversial Dua Saudara: Menelaah Jejak Publik Yaqut dan Yahya Cholil

Yaqut dan Yahya Cholil

Penulis: Damai Hari Lubis, Pengamat KUHP (Kebijakan Umum Hukum dan Politik)

Satuju.com - Perilaku sosok Yaqut Cholil Qoumas (Yaqut) dan Yahya Cholil Staquf (staquf) antara keduanya, terdapat kesan kedua kakak beradik ini "setali tiga uang", sama-sama senang menyakiti ummat islam dan 'lupa daratan'.

Staquf kakak kandung dari Yaqut yang menjabat Ketua PB. NU, sebuah organisasi agama Islam terbesar di tanah air dan pusat berkumpulnya para ulama NU. Namun Staquf sepengetahuan umum amat akrab dengan para petinggi zionis atau dituduh publik pro Israil, Staquf pernah bertemu dengan PM. Israel Benyamin Netanyahu, seolah seperti sengaja mengejek mayoritas umat muslim bangsa ini umumnya dan kontra produktif terhadap pandangan dari berbaga kelompok masyarakat, diantaranya sesama organisasi muslim, yakni Muhammadiyah 'yang anti penjajah Israil terhadap bangsa dan negara Palestine dan beberapa elemen ormas islam di antaranya FPI dan kelompok gerakan 212 yang justru membela bangsa Palestine dan mensupport Palestine merdeka dari kolonialis (Yahudi).

Kini Staquf menghadapi isu permintaan pemberhentian dari jabatan Ketua Umum PBNU oleh kalangan tokoh dan juga pengurus internal (PB NU), akibat beberapa persoalan dan polemik, terutama terkait dugaan yang tersirat dari isi rapat Syuriah NU,  sosok Staquf ditengarai memiliki keterlibatan dengan jaringan Zionisme internasional dan juga masalah keuangan internal dengan potensi dugaan melakukan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Dan adik dari Staquf yakni Yaqut yang eks Menag, saat ini booming beritanya menjadi incaran KPK terkait kasus KKN Dana Haji. Yaqut sempat bersembunyi dari publik 1 tahun lebih lamanya.

Terhadap sosok Yaqut masih teringat jelas, saat menjabat Menag, begitu buruknya analogi yang Ia sampaikan tentang dampak suara adzan yang dikumandangkan muadzin dengan perbandingan suara gonggongan anjing, sehingga Yaqut sempat membuat gaduh kepada khususnya umat muslim, lalu dirinya pun menjadi sosok terlapor polisi.

Sehingga kedua kakak beradik layak mendapat judge publik minim kepekaannya terhadap ketersinggungan ummat muslim di tanah air.

Serta khususnya Staquf yang anomali contra ummat islam dunia yang anti kolonialis Israel, karena puluhan tahun menjajah dan menjajah bahkan membunuh dan menyiksa bangsa Palestina. 

Sehingga track record keduanya anomali (bad character) dari sikap seorang pemimpin  ummat (bangsa). Maka perspektif publik yang menganggap negatif kedua kakak beradik memiliki gejala gejala perangai buruk bahkan 'kejam' merupakan setali tiga uang, sulit dianggap keliru.