IPTAR Gelar Edukasi Penggunaan IA dan Keamanan Berinternet di MA Muhammadiyah Riau

Sejumlah dosen IPTAR sebagai narasumber bersama Kepala MA Muhammadiyah Riau, Ahmadi

Pekanbaru, Satuju.com — Institut Pendidikan dan Teknologi ‘Aisyiyah Riau (IPTAR) menggelar kegiatan Menjadi Siswa Cerdas dalam Penggunaan Inteligensi Artifisial (IA) serta Edukasi Privasi Digital dan Keamanan Berinternet bagi siswa Madrasah Aliyah (MA) Muhammadiyah Riau.

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah dosen IPTAR sebagai narasumber, yakni Henri Yanto Daulay, Reza Mardiansyah Putra, M.CS, Sukasih, M.Kom, dan Rapika Sani, S.Pd., M.Kom. Acara tersebut dihadiri Kepala MA Muhammadiyah Riau, Ahmadi, ST, para guru yang diwakili Hidayati, S.Pd, serta para siswa-siswi MA Muhammadiyah Riau.

Dalam pemaparannya, Henri Yanto Daulay menekankan pentingnya kecerdasan siswa dalam memanfaatkan teknologi IA di era digital. Menurutnya, IA bukan sekadar alat bantu teknologi, melainkan sarana pendukung pembelajaran yang harus digunakan secara bijak, kritis, dan bertanggung jawab.

“Menjadi siswa cerdas dalam penggunaan IA berarti mampu memahami etika, batasan, dan tujuan penggunaannya. IA seharusnya menjadi pendukung proses belajar, bukan pengganti berpikir,” ujar Henri.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan IA secara cerdas menuntut kemampuan berpikir kritis siswa, termasuk menyaring, mengevaluasi, dan memverifikasi informasi yang diperoleh. Selain itu, siswa juga harus menjunjung tinggi etika digital, khususnya kejujuran akademik, agar IA tidak disalahgunakan sebagai sarana plagiarisme atau jalan pintas dalam menyelesaikan tugas.

Sementara itu, narasumber lainnya, Reza Mardiansyah Putra, M.CS, menyampaikan materi tentang edukasi privasi digital dan keamanan berinternet. Ia mengingatkan bahwa data pribadi merupakan informasi berharga yang harus dijaga dengan baik.

“Data seperti NIK, KK, rapor, foto KTP orang tua, alamat rumah, nomor HP, email, akun media sosial, hingga kode OTP sangat rentan disalahgunakan jika bocor,” jelas Reza.

Ia juga mengingatkan siswa agar waspada terhadap situs dan aplikasi berisiko, seperti tautan palsu yang menyerupai situs resmi, permintaan login atau OTP mendadak, serta iming-iming hadiah yang bersifat memaksa. Reza menekankan pentingnya kebiasaan aman sebelum mengklik tautan, termasuk memeriksa domain, memastikan keamanan situs, dan mengecek sumber informasi.

Selain itu, Reza memberikan tips keamanan saat mengunggah dokumen dan mengelola akun digital, seperti penggunaan kata sandi yang kuat, aktivasi two-factor authentication (2FA), tidak membagikan OTP, serta segera mengambil langkah cepat apabila terjadi kebocoran data atau klik tautan mencurigakan.

Kepala MA Muhammadiyah Riau, Ahmadi, ST, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada para dosen IPTAR yang telah memberikan edukasi penting bagi siswa.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada bapak dan ibu dosen IPTAR yang telah memberikan pembekalan mengenai penggunaan IA secara bijak serta edukasi keamanan digital. Kegiatan ini sangat relevan dan bermanfaat untuk membekali siswa agar lebih siap, cerdas, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan dunia digital,” ungkap Ahmadi.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu memanfaatkan teknologi IA secara positif sekaligus memiliki kesadaran tinggi terhadap pentingnya menjaga privasi dan keamanan di dunia digital.