Tak Sekadar Umbi, Talas Kaya Nutrisi dan Manfaat untuk Kesehatan

Talas. (poto/net)

Satuju.com - Talas adalah jenis tanaman umbi-umbian dari famili Araceae yang banyak tumbuh di daerah tropis dan dimanfaatkan sebagai sumber karbohidrat alternatif maupun bahan olahan makanan seperti keripik, bolu, dan kolak. 

Tanaman ini memiliki umbi yang dapat dikonsumsi dan daun yang juga memiliki manfaat kesehatan.

Kandungan Nutrisi Talas

Talas kaya akan berbagai nutrisi penting. Dalam 100 gram talas yang dimasak, terdapat:

Kalori: 142
Karbohidrat: 34 gram
Serat: 5 gram
Protein: 1 gram
Lemak: 0.2 gram
Vitamin C: 6% dari Angka Kecukupan Gizi (AKG)
Vitamin B6: 13% dari AKG
Kalium: 9% dari AKG
Mangan: 17% dari AKG
Magnesium: 5% dari AKG
Fosfor: 4% dari AKG

Selain itu, talas juga mengandung antioksidan yang berperan penting dalam melindungi tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Talas bukan sekadar umbi-umbian biasa. Di balik teksturnya yang unik, talas menyimpan segudang nutrisi yang membawa dampak positif bagi tubuh. Berikut adalah beberapa manfaat utamanya:

1. Mengontrol kadar gula darah

Talas mengandung serat dan pati resisten. Karena tidak dapat dicerna oleh tubuh, serat tidak memicu kenaikan gula darah, melainkan memperlambat penyerapan karbohidrat lain. 

Kombinasi ini menjadikan talas sebagai sumber karbohidrat yang sangat aman bagi pengidap diabetes.

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Kandungan serat dan pati resisten pada talas terbukti efektif menjaga kesehatan jantung. 

Dengan kadar serat mencapai 6 gram per porsi (132 gram), talas membantu menurunkan kolesterol serta menjaga kestabilan sistem kardiovaskular secara keseluruhan.

3. Potensi antikanker

Talas kaya akan polifenol, terutama quercetin, yang berperan sebagai antioksidan kuat. 

Kandungan ini berfungsi melindungi sel dari radikal bebas, memicu kematian sel kanker, dan meningkatkan sistem imun. 

Studi dalam International Journal of Molecular Sciences juga menyebutkan adanya molekul bioaktif dalam talas yang mampu melawan peradangan pemicu kanker.

4. Mendukung program diet (menurunkan berat badan)

Bagi kamu yang sedang menjaga berat badan, talas bisa menjadi teman diet yang ideal. Kandungan seratnya yang tinggi memberikan rasa kenyang lebih lama sehingga nafsu makan lebih terkendali. 

Namun, pastikan porsinya tetap tepat agar asupan kalori harian tetap seimbang.

5. Menjaga kesehatan sistem pencernaan

Serat dan pati resisten dalam talas bertindak sebagai prebiotik. 

Karena tidak terserap di usus halus, keduanya akan menjadi sumber makanan bagi bakteri baik (probiotik) di usus besar, sehingga ekosistem pencernaan tetap sehat.

6. Mengatur tekanan darah

Kandungan potasium yang tinggi dalam akar talas sangat baik untuk jantung.

Potasium membantu mengimbangi kadar natrium (garam) dalam tubuh, mengurangi stres pada pembuluh darah arteri, dan membantu menstabilkan tekanan darah agar terhindar dari masalah jantung kronis.

7. Mencegah penuaan dini

Kaya akan vitamin (A, C, B) dan mineral esensial seperti tembaga dan beta-karoten, talas berperan sebagai agen antioksidan yang lengkap. 

Nutrisi ini bekerja melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat usia dan radikal bebas, sehingga proses penuaan dapat diperlambat.

8. Memelihara kesehatan otot dan saraf

Berkat kandungan magnesium yang melimpah, mengonsumsi talas dapat membantu menjaga fungsi otot, tulang, dan sistem saraf agar tetap bekerja dengan baik. 

9. Sumber energi yang tahan lama

Memiliki indeks glikemik rendah, talas menjadi sumber energi favorit bagi para atlet. 

Pelepasan energinya yang stabil membuat talas sangat cocok dikonsumsi sebagai asupan tenaga sebelum menghadapi aktivitas fisik yang berat atau kompetisi olahraga.