Belajar dari Abu Hanifah hingga Ahmad bin Hanbal: Warisan yang Tak Lekang Waktu
Ilustrasi. (poto Ai)
Jakarta, Satuju.com - Sebuah konten reflektif tentang warisan intelektual Islam kembali menarik perhatian publik setelah diunggah oleh akun Instagram @filsufsejati. Unggahan tersebut mengangkat figur-figur ulama besar yang dinilai sebagai teladan lintas zaman dalam pemikiran, keteguhan prinsip, dan kecintaan terhadap ilmu.
Dalam narasi yang dibagikan, disebutkan bahwa khazanah intelektual Islam tidak hanya diwariskan melalui karya, tetapi juga melalui keteladanan para tokohnya yang terus menginspirasi hingga kini.
Tokoh pertama yang disorot adalah Abu Hanifah, yang dikenal sebagai ulama yang sangat menghargai akal dan kebebasan berpikir. Ia disebut gemar berdiskusi dan berdebat bukan untuk menjatuhkan lawan, melainkan untuk menemukan titik temu dan kebenaran. Prinsip tersebut membuatnya dikenal sebagai sosok rendah hati dan tidak fanatik.
Figur berikutnya adalah Malik bin Anas yang menghabiskan sebagian besar hidupnya di Madinah. Ia lahir, belajar, dan mengajar di kota tersebut serta hanya keluar menuju Makkah untuk beribadah. Kecintaannya pada Kota Nabi membuatnya tetap bertahan meski harus menghadapi tekanan dan siksaan akibat perbedaan pandangan fiqih dengan penguasa pada masanya. Ia kemudian dikenal dengan gelar Dar al-Hijrah atau imam Negeri Hijrah.
Unggahan itu juga menyinggung Muhammad bin Idris al-Shafi'i sebagai sosok imam yang meski berumur relatif singkat, namun penuh semangat dalam menuntut ilmu dan beramal. Ia dikenal meletakkan dasar-dasar penting dalam keilmuan Islam yang masih relevan hingga kini.
Tokoh terakhir yang diangkat adalah Ahmad bin Hanbal, yang dikenal sebagai teladan keteguhan dalam mempertahankan prinsip. Ia disebut mengalami masa sulit berupa penjara, siksaan, dan tekanan karena mempertahankan keyakinannya terkait posisi Al-Qur’an sebagai kalam Allah, di tengah perbedaan pandangan dengan penguasa saat itu.
Konten tersebut menggambarkan bahwa keempat imam besar tidak hanya meninggalkan warisan keilmuan, tetapi juga nilai keteguhan, kerendahan hati, dan integritas yang dinilai relevan sebagai inspirasi bagi generasi masa kini.
Unggahan ini mendapat respons positif dari warganet yang menilai pengingat tentang keteladanan ulama klasik penting untuk memperkaya pemahaman sejarah intelektual Islam sekaligus menjadi refleksi dalam kehidupan modern.

