Iran Mengamuk, MUI Desak Indonesia Mundur dari BoP Bentukan Trump
Ilustrasi. (poto Ai)
Jakarta, Satuju.com – Harapan dunia akan kedamaian lewat Board of Peace (BoP) tampaknya harus berumur jagung. Baru sebulan pamer kemesraan diplomatik di Davos, situasi Timur Tengah mendadak "panas membara" setelah operasi militer Amerika Serikat dan Israel, Operation Lion’s Roar, menghujani Iran dengan rudal pada Sabtu (28/2/2026).
Kejadian ini langsung memicu reaksi keras dari tanah air. Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak mau tinggal diam dan langsung memberikan "kartu merah" untuk keanggotaan Indonesia di dewan perdamaian bentukan Donald Trump tersebut.
Damai Cuma di Nama, Isinya Bom Semua
MUI lewat tausiah resminya secara tegas mendesak Presiden Prabowo Subianto agar Indonesia segera mundur dari BoP. Alasannya simpel tapi menohok: dewan ini dianggap gagal total menjaga perdamaian dan malah terkesan jadi "pelindung" bagi aksi militer sepihak.
"Buat apa bertahan di meja yang sama kalau bom tetap jatuh di pemukiman sipil?" kurang lebih begitulah keresahan yang muncul. MUI menilai keberadaan Indonesia di sana sudah tidak lagi sejalan dengan prinsip politik luar negeri kita yang menolak segala bentuk penjajahan.
Janji di Davos yang Terancam Kandas
Padahal, saat Indonesia resmi bergabung pada 22 Januari 2026 lalu, harapannya adalah agar kita bisa "main cantik" dari dalam untuk membela Palestina. Tapi dengan serangan ke Teheran dan Qom yang memakan banyak korban, posisi Indonesia di BoP jadi terasa sangat canggung.
Netizen pun mulai ramai berkomentar. Banyak yang menilai langkah MUI ini adalah pengingat agar Indonesia tidak terjebak dalam diplomasi "omong kosong" yang justru melukai persaudaraan dunia Islam.
Apa Langkah Selanjutnya?
Sekarang bola panas ada di tangan pemerintah. Apakah Indonesia akan tetap bertahan di kursi BoP demi jalur komunikasi, atau justru mendengarkan desakan para ulama untuk segera angkat kaki sebagai bentuk protes keras?
Satu yang pasti, "Auman Singa" di Iran kemarin telah mengubah peta diplomasi dunia dalam semalam.

