Serangan AS–Israel ke Iran Picu Kekhawatiran Global, Adian Napitupulu Soroti Komitmen Perdamaian

Serangan AS–Israel ke Iran

Jakarta, Satuju.com – Serangan militer yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu kekhawatiran luas di panggung internasional. Aksi tersebut dinilai berpotensi memperluas konflik di kawasan Timur Tengah dan menciptakan instabilitas baru yang lebih berbahaya.

Melansir unggahan Instagram @bantengsenayan, sejumlah anggota DPR RI menyampaikan kritik keras atas eskalasi tersebut. Adian Napitupulu, anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, mempertanyakan kredibilitas Board of Peace (BoP) setelah dua negara anggotanya, Amerika Serikat dan Israel, melancarkan serangan ke Iran.

“Ini Dewan Perdamaian atau Dewan Perang?” sindir Adian. Ia menilai tindakan militer tersebut mencederai misi perdamaian global yang selama ini digaungkan oleh lembaga-lembaga internasional.

Senada dengan itu, TB Hasanuddin berpandangan bahwa serangan militer Israel ke Iran justru memundurkan upaya perdamaian di Gaza. Menurutnya, langkah tersebut merupakan kontradiksi dari klaim misi damai yang selama ini disampaikan, namun di sisi lain memilih jalur agresi militer.

TB Hasanuddin menegaskan pentingnya Indonesia mengambil posisi yang jelas dan konsisten berdasarkan amanat konstitusi serta prinsip politik luar negeri bebas aktif. Ia menilai sikap tegas diperlukan agar Indonesia tetap berada pada jalur diplomasi dan perdamaian internasional.

Sementara itu, Sarifah Ainun Jariyah mengingatkan semua pihak untuk menahan diri guna mencegah eskalasi konflik yang lebih luas. Ia menilai serangan tersebut bukan hanya berisiko memperluas konflik di Timur Tengah, tetapi juga berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi dan energi global.

Sarifah juga meminta pemerintah memastikan perlindungan terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di kawasan rawan konflik. Menurutnya, keselamatan WNI harus menjadi prioritas utama di tengah situasi yang terus berkembang.

Eskalasi terbaru ini kembali menempatkan Timur Tengah dalam sorotan dunia. Komunitas internasional pun diharapkan dapat mendorong dialog dan diplomasi guna mencegah konflik meluas yang berpotensi membawa dampak global.