Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf: Indonesia Tetap Bisa Gunakan Board of Peace untuk Dorong Perdamaian

Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf

Jakarta, Satuju.com - Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menilai Indonesia tetap dapat memanfaatkan forum Board of Peace (Dewan Perdamaian) sebagai sarana diplomasi untuk mendorong perdamaian di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menurut Yahya, meskipun Amerika Serikat sebagai pelopor lembaga tersebut kini terlibat langsung dalam konflik, Indonesia tidak perlu keluar dari forum itu. Ia menilai pemerintah justru perlu memanfaatkan platform yang ada untuk tetap membuka ruang dialog serta meredakan ketegangan internasional.

Yahya menegaskan bahwa semua instrumen yang tersedia harus digunakan untuk mendorong terciptanya perdamaian, meskipun kemampuannya terbatas. Ia mengibaratkan upaya tersebut seperti menggali lubang dengan sendok ketika tidak memiliki sekop—tetap dilakukan semaksimal mungkin dengan alat yang ada.

Pernyataan itu disampaikan Yahya menjelang acara buka puasa bersama Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta. Acara tersebut dihadiri sejumlah tokoh organisasi Islam. Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga diperkirakan akan menyampaikan pandangannya terkait perkembangan situasi internasional yang semakin memanas akibat konflik di Timur Tengah.

PBNU menilai Indonesia tetap perlu aktif dalam diplomasi perdamaian internasional, bahkan ketika forum yang ada memiliki keterbatasan. Tujuannya adalah menjaga jalur dialog tetap terbuka di tengah eskalasi konflik global.