satuju.com

Copyright © satuju.com
All rights reserved
Desain by : sarupo

Tiga Cara Nasabah Menjaga Keamanan Transaksi Digital

Jakarta - Jika nasabah merasa ada hal yang mencurigakan atau menerima pesan yang mencurigakan, segera hubungi call center bank. Kalau sudah begitu menikmati kemudahan teknologi juga harus dibarengi dengan kewaspadaan dan kehati-hatian jika ingin hal-hal tak diinginkan terjadi. 

Melakukan pencocokan data Phon Banking ( transaksi digital ) secara berkala sebaiknya dilakukan guna memastikan informasi yang disimpan bank adalah benar dan akurat.

Untuk menjaga keamanan transaksi digital sering dilupakan nasabah, bahkan banyak yang lengah, ataupun dianggap sepele oleh nasabah bank pengguna layanan digital sampai akhirnya terjadi hal tak diinginkan.

Sebainya dih nasabah melindungi data pribadi karena terkadang banyak orang yang menyepelekan hal ini. Pasalnya, mereka yang acuh terhadap data pribadi bisa saja mengalami kerugian di lain waktu. Untuk itu, pastikan nama, alamat, sisa saldo dan nomor telepon dijaga saat menggunakan transaksi digital. 

Tips, agar rutin memperbaharui data atau pengkinian data yang tersimpan pada bank menjadi solusi agar terhindar dari scamming. Mulai dari alamat sampai SIM card ponsel, sampai OTP. 

Dengan memperbarui aplikasi mobile banking secara rutin, nasabah bisa menikmati manfaat serta beragam fitur (misalnya keamanan yang ditingkatkan) yang ditawarkan dalam versi terbaru dari aplikasi tersebut serta peningkatan keamanan.

Atau mengubah PIN secara berkala atau memecah dana di beberapa rekening, agar lebih aman, disarankan untuk menggunakan beberapa rekening guna menghindari kejahatan pada transaksi digital.

 

Banyak orang tidak mau mengubah PIN secara berkala karena ribet. Padahal, dengan mengubah PIN ATM maupun transaksi digital bisa mencegah pencurian data dari smartphone. 

Chief Digital Officer, Bank Danamon, Iskak Hendrawan. katakan, lakukan perubahan PIN secara berkala, setidaknya sebulan sekali menggunakan PIN baru. 

“Keamanan transaksi perbankan digital merupakan komitmen dari kami selaku penyedia layanan tersebut dimana kami senantiasa berinovasi dalam menambahkan fitur-fitur yang memperkuat sistem keamanan dari layanan digital banking tersebut. Namun, diperlukan juga kewaspadaan dari pengguna layanan digital banking seiring dengan modus penipuan yang semakin beragam. Kami menghimbau para pengguna layanan digital banking untuk tidak pernah memberikan data atau informasi terkait rekening pribadi kepada siapapun termasuk petugas bank dan senantiasa melakukan pengkinian data di bank masing-masing,” katanya.

Selain itu, gunakan fitur layanan Internet Banking dan aplikasi mobile banking yang bisa memudahkan untuk monitor transaksi, kondisi keuangan dengan nyaman dan mudah. Jika merasa ada transaksi yang mencurigakan, sebaiknya langsung menghubungi call center bank untuk melakukan pemblokiran.**

BERITA TERKAIT