Pesan Quraish Shihab di Istana: Perdamaian Harus Berjalan Bersama Keadilan
Quraish Shihab
Jakarta, Satuju.com - Cendekiawan Muslim Prof. Muhammad Quraish Shihab mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara upaya mewujudkan perdamaian dan menegakkan keadilan. Pesan tersebut ia sampaikan saat memberikan ceramah dalam peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara, Jakarta, Selasa (10/3) malam.
Di hadapan Presiden Prabowo Subianto serta sejumlah pejabat negara, Quraish Shihab mengulas berbagai tema penting, mulai dari perdamaian, keadilan, persatuan, hingga kepemimpinan.
Dalam ceramahnya, Quraish menegaskan bahwa perdamaian yang diinginkan masyarakat tidak boleh dicapai dengan mengorbankan prinsip keadilan.
“Kita tentu ingin hidup dalam suasana damai. Tetapi perlu diingat, jangan sampai keinginan akan perdamaian itu membuat kita mengorbankan keadilan. Ketika menegakkan keadilan pun, Al-Quran berpesan agar kebencian terhadap suatu kaum tidak menjadikan kita berlaku tidak adil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Quraish menjelaskan berbagai pandangan mengenai konsep keadilan. Ia menyebutkan bahwa dalam pengertian umum, keadilan sering dimaknai sebagai menempatkan segala sesuatu pada tempatnya serta memberikan hak kepada pemiliknya dengan cara yang terbaik dan secepat mungkin.
Ia juga mengutip diskusi para filosof Yunani kuno, termasuk Plato, mengenai definisi keadilan.
“Ada yang mendefinisikan keadilan sebagai keberpihakan kepada yang kuat. Plato sendiri tidak sepakat dengan pandangan tersebut. Namun sebagian ulama Islam pernah menyinggung pandangan itu dalam konteks tertentu,” jelasnya.
Quraish kemudian mengaitkan pemahaman tersebut dengan pesan yang pernah disampaikan oleh sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar ash-Shiddiq, saat dilantik sebagai pemimpin umat Islam.
Menurutnya, dalam pidato tersebut Abu Bakar menegaskan bahwa pemimpin bukanlah orang terbaik di antara umatnya, melainkan seseorang yang harus siap dikoreksi jika melakukan kesalahan.
“Abu Bakar pernah berkata: Saya bukan yang terbaik di antara kalian. Jika saya benar, bantulah saya. Jika saya keliru, luruskan saya. Beliau juga mengatakan bahwa yang kuat di antara kalian akan menjadi lemah di hadapan saya sampai saya mengambil kembali hak orang lain yang dirampasnya. Dan yang lemah akan menjadi kuat di hadapan saya sampai haknya dikembalikan,” tutur Quraish.
Di akhir ceramahnya, Quraish menitipkan pesan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto terkait pentingnya menegakkan keadilan dalam menjalankan pemerintahan, termasuk dalam upaya pemberantasan korupsi.
“Jika prinsip ini diterapkan, maka keadilan dan perdamaian akan dapat tercapai. Niat Bapak Presiden untuk memberantas korupsi dapat dijalankan secara adil dengan meneladani pemahaman yang disampaikan oleh Sayyidina Abu Bakar,” ujarnya.

