Abu Nazar: Jangan Sampai Ada Warga Miskin di Sekitar Masjid yang Terabaikan

Abu Nazar. (poto/ist)

Tapung Hilir, Satuju.com – Penyuluh Agama Islam dari Kementerian Agama Republik Indonesia yang bertugas di Kantor Urusan Agama Tapung Hilir, Abu Nazar, mengimbau para pengurus masjid untuk lebih memperhatikan kondisi masyarakat miskin di lingkungan sekitar, terutama menjelang perayaan Idul Fitri.

Menurut Abu Nazar, masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kepedulian sosial bagi umat Islam. Karena itu, ia mendorong pengurus masjid untuk aktif mendata warga kurang mampu, anak yatim, serta keluarga yang sedang mengalami kesulitan ekonomi.

“Masjid harus menjadi tempat yang menghadirkan rahmat bagi semua. Jangan sampai di sekitar masjid masih ada orang miskin yang kelaparan atau tidak mampu membeli kebutuhan pokok,” ujar Abu Nazar dalam keterangannya di Tapung Hilir.

Ia menjelaskan bahwa semangat kebersamaan dan kepedulian sosial perlu ditingkatkan, khususnya di bulan Ramadan yang menjadi momentum untuk memperbanyak amal kebaikan dan berbagi kepada sesama.

Abu Nazar juga mengingatkan agar pengelolaan zakat fitrah, infak, dan sedekah yang dikumpulkan di masjid dilakukan secara amanah dan tepat sasaran. Bantuan tersebut diharapkan dapat disalurkan kepada pihak-pihak yang benar-benar berhak menerima.

“Zakat fitrah, infak, dan sedekah yang dihimpun pengurus masjid hendaknya benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata,” katanya.

Ia berharap melalui peran aktif pengurus masjid, semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat dapat terus terjaga, sehingga tidak ada warga yang merasa ditinggalkan, terutama saat menyambut Hari Raya Idul Fitri.