Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Disorot, Polisi Diminta Segera Tangkap Pelaku
Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus
Jakarta, Satuju.com – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, masih menjadi sorotan publik hingga Sabtu (14/3/2026) malam. Dua hari setelah kejadian, pelaku penyerangan tersebut belum juga berhasil ditangkap.
Andrie diserang pada Kamis (12/3) malam saat pulang mengendarai sepeda motor setelah menjalani aktivitas di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.
Sejumlah pejabat negara telah mendesak aparat kepolisian untuk segera mengungkap pelaku. Menteri Hak Asasi Manusia Natalius Pigai dan Ketua Komisi III DPR Habiburokhman meminta Kapolri segera menangkap pelaku penyerangan tersebut.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menilai kasus ini bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan serangan yang dapat mengancam demokrasi.
Di sisi lain, pidato Presiden Prabowo Subianto pada Jumat (13/3) siang yang menyinggung penertiban pengamat yang dianggap anti-pemerintah disebut berfokus pada isu ekonomi, bukan pada persoalan politik maupun hukum.
Foto yang diduga menampilkan pelaku penyiraman air keras terhadap Andrie juga telah beredar luas di media sosial. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari kepolisian mengenai identitas maupun penangkapan pelaku.
Sejumlah pengamat menilai tindakan tersebut tidak terlihat dilakukan secara profesional, karena pelaku diduga tidak memperhitungkan keberadaan kamera pengawas (CCTV) di sekitar lokasi kejadian. Meski demikian, peristiwa ini tetap dinilai tidak bisa dianggap sebagai kriminalitas biasa.
Mantan Ketua Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan, Usman Hamid, menyebut penyerangan terhadap aktivis kerap terjadi dalam situasi tertentu, termasuk ketika terdapat pertarungan kepentingan di dalam kekuasaan.
Menurutnya, peristiwa serupa pernah terjadi sebelumnya dan menjadi pengingat bahwa aktivis sering berada di posisi rentan ketika menyuarakan kritik.
Hingga kini, publik masih menunggu langkah kepolisian dalam mengungkap pelaku dan motif di balik penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus. Kasus ini pun menjadi perhatian luas karena dinilai berkaitan dengan perlindungan terhadap aktivis dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

