Feri Amsari Kecam Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS, Negara Diminta Ungkap Pelaku

Pakar hukum tata negara Feri Amsari

Jakarta, Satuju.com – Pakar hukum tata negara Feri Amsari bereaksi keras atas insiden penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus.

Feri menegaskan, negara tidak boleh gagal mengungkap pelaku di balik aksi teror tersebut. Menurutnya, kegagalan aparat dalam mengusut tuntas kasus ini dapat memicu kemarahan publik dan mendorong munculnya perlawanan dari masyarakat.

“Jika negara gagal mengungkap pelaku, rakyat akan menyiapkan perlawanan sebagai bentuk protes atas hilangnya rasa aman,” ujar Feri dalam pernyataannya menanggapi insiden tersebut.

Ia menilai serangan yang terjadi setelah kegiatan diskusi kritis di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) itu merupakan ancaman serius terhadap demokrasi dan kebebasan berpendapat di Indonesia.

Menurut Feri, tindakan teror terhadap aktivis sipil tidak boleh dibiarkan, karena dapat menciptakan ketakutan di ruang publik dan membungkam suara kritis masyarakat.

Karena itu, ia mendesak aparat penegak hukum agar menangani kasus tersebut secara serius dan transparan. Feri mengingatkan, penanganan yang lamban atau tidak tuntas justru berpotensi memperbesar ketidakpercayaan publik terhadap negara.

“Penegak hukum tidak boleh main-main. Kasus ini harus diungkap secara tuntas agar tidak memicu eskalasi kemarahan publik yang lebih luas,” tegasnya.