Puisi-Puisi Pulo Lasman Simanjuntak

Pulo Lasman Simanjuntak

OTAK MEREKAM

tiba-tiba cuaca terkejut
sampai pori-poriku
mencair
jadi mata air

waktu bersapa,
gerangan apa
dalam genangan
perempuan masih gemar bercumbu
dengan terumbu karang

hidup bukan hanya bersolek
atau tabur kemenyan
dalam galian kubur

tangisilah nyawa-Nya,
sebab jarak tata surya
hanya lima detik
sesudah itu
sunyi,
teramat lumpuh

ELEGI

duka-duka gunung batu ini
punya siapa?
pecah
dari lubang roh-Nya

terbang menembus
dua tangan damai

siapa lagi yang mampu
memerdekakan
tidurnya
sungguh mengerikan

SAJAK MALAM

antara hati kelelawar
menyapu bersih malam
tak kudengar lagi
lagu pujian
di mulut laut
suaramu jadi lumpuh

dari titik nol,
engkau harus menjelajah rembulan,
sedangkan aku terus mencari jejak-jejak sekarat

kita tembus perut kota,
di mana hujan turut merampas
opera kita yang tolol

WAKTU

anak-anak berkemas
dari rahim ular

seperti kuman-kuman
yang bergerak
rapi
dalam kelenjar kelamin

DRAMA SEHARI

pewarta menggelepar
di negeri-negeri berair
sepasang mata ganjil
membuka pintu benua

manusia kota gemar bernyanyi,
tetapi lagunya adalah:
darah!

KOTAK KARDUS (2)

memburu rindu perempuan
tak perawan
menggagahi rembulan liar
sosok tubuh cemas
berlumuran darah

dalam bumi yang lain,
kaki dan tanganku
berenang lagi
di atas tikar basah
tak punya rongga suara

______________________________

Pulo Lasman Simanjuntak
Penyair dan wartawan.
Bermukim di Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
Kontak: 0823-1571-9299 (WA)