Tips Aman Transaksi Digital: Hindari Penipuan di Era Serba Online
Ilustrasi. (poto/net).
Satuju.com - Transaksi digital adalah metode pembayaran atau pertukaran nilai non-tunai yang dilakukan secara elektronik menggunakan teknologi, seperti smartphone atau komputer yang terhubung ke internet.
Bank Indonesia (BI) menyebut bahwa tren penipuan online masih menjadi masalah yang mendesak akibat lonjakan transaksi digital setiap tahunnya. Menurut data yang mereka rilis, total nilai transaksi perbankan digital hingga April 2024 mencapai lebih dari Rp5,3 triliun. Angka tersebut menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang positif sebesar 19,08% dibandingkan tahun sebelumnya.
Namun, itulah yang membuat ancaman penipuan melalui aplikasi chat, media sosial, bahkan email, semakin banyak terjadi. Untuk itu, kamu sebagai pengguna jasa keuangan harus selalu waspada menjaga keamanan transaksi digital pribadi.
Tips Menjaga Keamanan Transaksi Digital
Ada banyak cara untuk mengantisipasi keamanan saat melakukan aktivitas keuangan secara digital. Berikut beberapa diantaranya.
1. Verifikasi Keaslian Penjual/Merchant
Sebelum berbelanja online, sangat penting untuk memeriksa keaslian penjual. Caranya adalah dengan meninjau reputasi penjual dan feedback dari pembeli sebelumnya untuk mendapatkan informasi mengenai kualitas layanan dan produk yang ditawarkan.
Melakukan pengecekan dengan cara tersebut dapat meminimalisir risiko dan memastikan pengalaman belanja online tetap aman dan menyenangkan.
2. Hindari Bagikan Data Pribadi
Informasi seperti nomor kartu kredit, kata sandi, tabungan/aset, riwayat transaksi, dan detail identitas pribadi seperti nomor KTP, dapat dieksploitasi oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk tujuan penipuan atau kejahatan lainnya. Untuk itu, hindari membagikan data pribadi untuk menjaga keamanan dari penipuan online.
3. Gunakan Metode Pembayaran Digital Resmi
Ini sangat penting untuk memastikan keamanan transaksi digital. Pastikan kamu menggunakan metode transaksi dari lembaga keuangan yang terdaftar dan diawasi secara resmi oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Beberapa metode pembayaran yang bisa digunakan antara lain transfer bank, virtual account (VA), dompet digital, ATM Link, dan QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).
4. Tingkatkan Keamanan Transaksi Digital
Pastikan kamu selalu memiliki cadangan atau backup data selain yang ada di perangkat elektronik yang saat ini digunakan.
Jadi, jika keadaan darurat mengharuskan kamu menghapus atau memformat semua data, kamu masih memiliki cadangan untuk data tersebut, yang dapat diakses kapan saja. Lalu, tingkatkan keamanan transaksi digital dengan menggunakan otentikasi biometrik seperti akses sidik jari, face ID, atau scan retina yang sulit diakses oleh hacker.
5. Laporkan Masalah ke Pihak Berwajib
Saat terjadi masalah dalam transaksi digital, sangat penting untuk melindungi diri dan hak-hak konsumen dengan melaporkannya ke pihak berwajib sehingga bisa diselidiki dan diambil tindakan yang tepat.
Kamu biasanya dapat mengajukan keluhan melalui fitur pusat bantuan yang tersedia di platform marketplace atau aplikasi keuangan yang digunakan. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan portal pengaduan yang disediakan pemerintah melalui situs resmi BI atau OJK.

